Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Sulsel

Pelayanan Publik Makin Mudah, Kepuasan Warga Sulsel Naik Tajam

421
×

Pelayanan Publik Makin Mudah, Kepuasan Warga Sulsel Naik Tajam

Sebarkan artikel ini
Pelayanan Publik Makin Mudah, Kepuasan Warga Sulsel Naik Tajam
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh. Kemudahan pelayanan publik menjadi fokus utama pemerintah provinsi, demi memberikan layanan yang cepat, responsif, dan mudah diakses.

MAKASSAR—Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh. Kemudahan pelayanan publik menjadi fokus utama pemerintah provinsi, demi memberikan layanan yang cepat, responsif, dan mudah diakses.

Berdasarkan data semester 1 tahun 2024, nilai IKM Sulsel mencapai 88,24, masuk kategori Baik dan hampir mendekati kategori Sangat Baik. Angka ini naik dibandingkan sebelumnya yang berada di angka 85,81. Peningkatan ini mencerminkan kualitas pelayanan publik yang semakin mendapat apresiasi dari masyarakat.

Salah satu instansi yang mencatat kinerja gemilang adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel. Hingga tahun 2024, instansi ini telah menangani 152.397 pelayanan perizinan dan non-perizinan, mulai dari penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat standar, hingga izin usaha lainnya.

Capaian ini mendapat pengakuan dari Kementerian Investasi dan BKPM yang menempatkan DPM-PTSP Sulsel di peringkat 6 nasional dalam penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan percepatan pelaksanaan berusaha.

Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni mengungkapkan, hasil survei IKM mencerminkan keberhasilan arahan Pj Gubernur Zudan dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik.

“Nilai IKM 88,24 menunjukkan peningkatan signifikan. Kita semakin mendekati kategori Sangat Baik,” ujarnya.

Dampak positif peningkatan pelayanan ini juga terlihat dari realisasi investasi yang mencapai Rp 9,86 triliun selama Januari hingga September 2024. Investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 6,17 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 3,68 triliun.

Investasi yang terus meningkat ini berhasil membuka lapangan kerja baru bagi lebih dari 15.000 orang, dengan mayoritas tenaga kerja lokal.

“Total tenaga kerja yang terserap mencapai 15.384 orang, di mana 15.232 adalah Tenaga Kerja Indonesia,” tambah Andi Bakti.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya memberikan kepuasan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Sulsel. (*/4dv)

Konten dilindungi Β© Mediasulsel.com
Γ—