MAKASSAR—Pemanasan global, yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi, terus membawa dampak serius terhadap kehidupan manusia. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mencatat bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama fenomena ini.
Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui akun Instagram resminya, @dinaskesehatankotamakassar, pada Kamis (31/10/2024) merilis peringatan tentang dampak pemanasan global terhadap kualitas udara dan kesehatan pernapasan.
Berikut dampak signifikan yang perlu diperhatikan:
1. Peningkatan Polutan Udara
Pemanasan global memperburuk kualitas udara dengan mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan ozon permukaan (ozon troposferik). Polutan ini dapat memicu iritasi saluran pernapasan, memperburuk asma, dan menurunkan fungsi paru-paru.
2. Partikulat Halus (PM2.5)
Kebakaran hutan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim melepaskan partikel halus ke udara. PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, memicu gangguan pernapasan, penyakit jantung, bahkan meningkatkan risiko kematian dini.
3. Perubahan Pola Alergen
Pemanasan global memperpanjang musim serbuk sari dan meningkatkan produksi alergen dari tanaman. Hal ini memperparah alergi pernapasan dan asma, terutama di wilayah yang sudah rentan.
4. Frekuensi Gelombang Panas
Suhu tinggi memperburuk kualitas udara di perkotaan akibat efek pulau panas dan polusi kendaraan. Gelombang panas meningkatkan risiko serangan asma dan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit paru-paru.
5. Peningkatan Penyakit Pernapasan
Kombinasi suhu tinggi dan polusi udara memicu kondisi kesehatan yang lebih buruk, khususnya bagi penderita penyakit paru kronis.
Dinas Kesehatan Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko ini dan menjaga kesehatan dengan meminimalkan paparan polusi udara serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
“Pemanasan global bukan hanya isu lingkungan, tapi juga masalah kesehatan yang langsung memengaruhi kita semua,” tulis Dinkes Makassar dalam unggahannya. (*/4dv)













