Pembangunan Kawasan Kuliner Malino yang Mangkrak Kini Beralih Fungsi Jadi TPS

Pembangunan Kawasan Kuliner Malino yang Mangkrak Kini Beralih Fungsi Jadi TPS
Pembangunan Kawasan Kuliner Malino, yang terletak di Jl. Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang mangkrak dan seperti tak terurus, belakangan ini beralih fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang diistilahkan warga setempat sebagai sampah terbang.

MALINO—Pembangunan Kawasan Kuliner Malino, yang terletak di Jl. Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang mangkrak dan seperti tak terurus, belakangan ini beralih fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang diistilahkan warga setempat sebagai sampah terbang.

Menurut salah satu warga setempat yang mengaku bernama Norma, lokasi dibangunnya kawasan kuliner tersebut sebelumnya merupakan jalan alternatif menuju belakang kantor Polsek Tinggimoncong, saat ini berdiri bangunan tidak jadi yang ditinggalkan oleh kontraktor dan di belakang menjadi tempat sampah terbang.

“Itu di situ dulunya jalan alternatif jika macet jalan di sini. Setelah dibangun katanya tempat jualan kuliner teng teng dan cendol malino. Tapi aneh pak tidak selesai dibangun. Kenapa mi itu rumahnya orang di dalam sana tidak bisa mi ada jalannya kodong,” jelasnya.

“Itu di belakang sudah jadi tempat pembuangan sampah terbang,” sambung Norma kepada Media Sulsel, Rabu (13/7/2022), seraya menambahkan, bahwa yang dimaksud dengan sampah terbang adalah sampah dalam kantong plastik yang dilempar secara sembarangan oleh pembuangannya.

Sesuai pantauan Media Sulsel di lokasi, memang benar adanya, bahwa di lokasi tersebut berdampingan dengan bangunan tidak jadi atau mangkrak tersebut, tersimpan 2 kontainer yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sementara.

Camat Tinggi Moncong, Iis Nurisma, SIP saat dikonfirmasi Media Sulsel membenarkan bahwa di lokasi tersebut terdapat bangunan yang tidak selesai, Namun Iis yang mengaku baru menjabat Camat di Agustus 2020, menyatakan tidak mengetahui apa penyebabnya.

Berita Lainnya
Lihat Juga:  Pemkab Gowa Sosialisasikan Aturan Penyerahan PSU Perumahan dan Pemukiman ke Pengembang

“Itu bangunan sebenarnya baik untuk warga saya di sini. Para penjual teng teng dan es cendol Malino. Kan tempat kuliner. Tapi jika menyangkut kenapa bangunannya tidak selesai atau masalahnya, nah itu saya tidak tahu,” terang Iis.

Sementara itu terkait adanya rumah warga yang ada di sekitar yang akses masuknya tertutup oleh pembangunan kawasan kuliner tersebut, Camat Iis mengaku, bahwa sepengetahuannya hal itu sudah diurus pengacara pemilik rumah, namun sejauh mana prosesnya Camat Iis mengaku kurang memonitor perkembangannya.

Selain bangunan kawasan kuliner yang mangkrak tersebut, sesuai informasi yang diperoleh Media Sulsel dari Norma, di kota Malino juga terdapat satu lagi bangunan pemerintah yang tdiak jelas akhirnya, yaitu Kantor Camat Tinggimoncong.

“Disini pak ada dua bangunan pemerintah yang tidak jelas bagaimana akhirnya. Pertama iya itu bangunan kuliner yang tinggal begitu saja, kedua kantor Camat Tinggimoncong yang dibangun di lapangan sana (sambil menunjuk) di dekatnya kantor Tentara,” ucap Norma sembari tersenyum.

Untuk diketahui, Pembangunan Kawasan Kuliner yang dugaan kejanggalannya pernah diberitakan Media Sulsel pada 28 Januari 2020 ini, belakangan disorot sejumlah media lokal Makassar karena pihak Kejaksaan Negeri Cabang Malino menemukan adanya fakta-fakta yang mengarah ke tindak pidana terciptanya kerugian negara sekitar Rp1 Miliar lebih. (70n)

Berita terkait