Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Sulsel

Pemprov Sulsel Maksimalkan Implementasi SSK-Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman

570
×

Pemprov Sulsel Maksimalkan Implementasi SSK-Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sulsel Maksimalkan Implementasi SSK-Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman
Mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Ishak Amin Rusli, ST, MT menghadiri Workshop Milestone-4 Lanjutan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Lombok Astoria Hotel, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 18-20 September 2024.

MAKASSAR—Mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Ishak Amin Rusli, ST, MT menghadiri Workshop Milestone-4 Lanjutan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Lombok Astoria Hotel, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 18-20 September 2024.

Ishak Amin mengatakan, kegiatan ini Dalam rangka pembinaan Implementasi SSK Program PPSP pada 8 kabupaten/kota di 5 Provinsi yang ditetapkan sebagai daerah pilot pendampingan Milestone-4 Lanjutan.

“Dalam rangka pembinaan Implementasi SSK Program PPSP pada 8 kabupaten/kota di 5 Provinsi yang ditetapkan sebagai daerah pilot pendampingan Milestone-4 Lanjutan untuk mendukung upaya keberlanjutan layanan sanitasi dan perumusan best practice model layanan sanitasi di daerah Kabupaten Pangkep terpilih sebagai kabupaten dampingan terbaik ke-3 dari 7 kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menyebutkan Upaya untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA dengan membangun Plant Badriah.

“Kadis Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus telah mengatakan upaya untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA dengan membangun Plant Badriah (Bahan Bakar Dari Sampah) atau Pengelolaan Sampah Refuse Derived Fuel (RDF),” jelasnya.

“Plant Badriah Kabupaten Pangkep yang telah diresmikan pada tahun 2023 yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi dan APBD Kabupaten Pangkep memiliki kapasitas 60 ton/hari mampu mengurangi sampah yang masuk ke TPA hingga 44% per hari dengan mengolah sampah organik menjadi bahan bakar yang kemudian dimanfaatkan oleh offtaker yaitu PT.Semen Tonasa,” pungkasnya. (*/4dv)

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com