Beranda ยป Pangkep ยป Penggiat Seni Budaya Pangkep, Soroti Peresmian Rumah Adat Kerajaan Siang di Anrong Appaka
Penggiat Seni Budaya Pangkep, Soroti Peresmian Rumah Adat Kerajaan Siang di Anrong Appaka
Peresmian Rumah Adat Kerajaan Siang, di Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Saharuddin)
Pangkep

Penggiat Seni Budaya Pangkep, Soroti Peresmian Rumah Adat Kerajaan Siang di Anrong Appaka

PANGKEP – Terkait dengan peresmian rumah adat Kerajaan Siang, kini menuai polemik dari berbagai kalangan terutama dalam diakusi Forum Group Discussion (FGD) Penggiat Seni dan Budaya Pangkep, Kamis (17/1/2019).

Untuk itu, penggiat Seni dan Budaya Pangkep dengan tegas menolak penamaan Rumah Budaya Sanggar Seni Anrong Appaka menjadi Rumah Adat Kerajaan Siang, di Kelurahan Anrong Appaka, kecamatan Pangkajene, Pangkep.

Perismian rumah adat berbentuk panggung dengan gaya rumah Bugis Makassar ini mendapatkan kritikan dan polemik dari berbagai kalangan terutama dalam diakusi FGD penggiat seni dan budaya pangkep.

“Sebelum menentukan nama, atau bentuk bangunan bersejarah tidak boleh dilakukan sepihak tanpa dilakukan penelitian arkeologi, arsitektur, sejarah dan filosofis,” kata Rahman Mappasessu, penggiat seni budaya, Dosen sekaligus Mahasiswa Doktoral ilmu-ilmu Humaniora FIB-UGM.

Menurut Rahman, bahwa belum bisa dipastikan secara ilmiah dan dari berbagai literatur tentang letak persis Kerajaan Siang apalagi wujud, bentuk rumah adat kerajaan siang.

“Bangunan yang tidak ada sebelumnya baik itu bentuk fisik, foto atau lukisan sebagai bukti dan acuan untuk dilakukan revitalisasi mesti dilakukan pengkajian secara mendalam oleh pihak di balai sejarah dan arkeologi seperti, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB),” urai Rahman.

Rahman menambahkan, sebaiknya nama tersebut harus diganti karena ini akan berdampak panjang terhadap sejarah Siang kedepan untuk anak cucu kita.

Ini bisa dikatakan pembohongan sejarah atau upaya penghilangan sejarah dan digantikan dengan bangunan baru yang diklaim oleh sanggar tersebut yang tidak punya dasar sama sekali.

“Apabila yang direvitalisasi adalah bangunan sanggar, berarti bukan bangunan yang punya nilai kesejarahan yang terkait dengan rumah adat kerajaan siang. Tidak ada hak untuk mengubah nama sanggar menjadi rumah adat kerajaan siang,” jelasnya.

Sementara, Ibrahim Adaus salah satu Penggiat Seni dan Budaya Pangkep, mengutip sebuah literatur tim surfey histori, bahwa untuk mengungkap siang historical, ketika ditemukannya peninggalan sejarah atau seperti bangunan candi yang ada di pulau Jawa.

“Untuk mengungkap Siang Historical itu harus di hadirkan beberapa ahli sejarah seperti ditemukannya peninggalan sejarah di Mohenjo Daro dan Harappa di lembah Tigris – kemudian di adakan penggalian bukti sejarah yang lebih akurat dan validitas tim survey histori,” ujar Ibrahim Adaus, penggiat seni dan budaya di kabupaten Pangkep. (SHR)