MAKASSAR—Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur sulsel Andi Sudirman Sulaiman melepas tim vaksinator gabungan dalam mempercepat vaksinasi menuju 100 persen, di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (8/2/2022).
Tim vaksinator yang dilepas adalah gabungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel, TNI/Polri dan Universitas untuk meningkatkan jumlah personil yang sudah ada dilapangan. “Hari ini kita melepas tim vaksinasi, dalam rangka untuk mengakselerasi capaian vaksinasi di Sulsel,” jelasnya.
“Apalagi sudah ada tim yang ada di lapangan dan meningkatkan jumlah personil yang diturunkan ke lapangan dalam rangka sesuai instruksi bapak Presiden. Yaitu ada dua hal pertama soal prokes dan kedua bagaimana percepatan akselerasi vaksinasi, terkhusus untuk lansia. Inilah yang kita turunkan dan mereka juga sudah PCR untuk turun ke lapangan,” kata Andi Sudirman.
Tim vaksinator yang berjumlah 1.000 orang ini akan menyasar daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya. “Jumlah vaksinator 1000 orang. Cuma untuk prokes yang hadir dalam pelepasan ini cuma 500 orang,” ujar Plt Gubernur.
“Tapi paling penting adalah prokes. Mereka akan diturunkan ke daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya, termasuk yang menjadi target bapak Presiden, seperti lansianya masih kurang,” lanjutnya.
Plt Gubernur telah menyiapkan 1.700 kamar untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus omicron.
“Kita kan sudah ada arahan, tentu gejala-gejala nanti ke isolasi, kita sudah siapkan 1700 kamar dan tidak pernah tutup sebenarnya. Cuma ini menerima lagi dan sekarang sudah 30-an pasien,” urainya.
“Di RS kita tetap memiliki isolasi khusus untuk bergejala sedang hingga berat. Sampai saat ini ICU kita masih 1,53 persen, memang akselerasi kenaikkannya jumlah kasus tinggi. tetapi vatality ataupun yang menempati ruang ICU masih rendah,” tuturnya.
Ia menambahkan pintu masuk masyarakat termasuk di bandara terus dilakukan pengekatan.
“Meski Kita ini bukan penerbangan Internasional seperti yang ditunjuk itu Batam, Manado, tapi yang paling penting adalah kita memperketat di Bandara dengan mengirimkan nakes untuk tracking”
“Kami sudah koordinasi dengan Polda dan Kodam untuk sama-sama di sana siapkan utk (tes) PCR, karena sebelumnya cuma Antigen,” sambungnya.
“Sebenarnya baik Omicron maupun bukan tetap terdeteksi sebagai Covid-19. Maka tentu sama saja persoalan prokes dan penanganan tetap FIT isolasi dan yang berat,” tutup Andi Sudirman. (*)













