MAKASSAR—Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hardiknas dilakukan secara virtual dari Kemendikbud RI di Jakarta, berlangsung secara sederhana dilaksanakan di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea Makassar, Minggu (2/5/2021).
Nampak hadir mengikuti upacara Hardiknas di Kantor Disdik Sulsel, Plt Gunernur Sulsel yang diwakili Asisten I, Drs Aslam Patonangngi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, MSi, MPsi, Psikolog, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Ketua PGRI Sulsel, Prof Hasnawi Haris, Rektor Universitas Fajar, Sekretaris Disdik Sulsel, H Hery Sumiharto, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dr Idrus, SPd.MPd, Kabid SMK, Dra Hj Andi Ernawati, Kabid GTK dan Fasilitasi, H Sabri, SPd.MPd, Kabid PKLK, Dr H Basri, SPd.MPd, para pejabat eselon IV, dan Sejumlah Kepala UPT SMA, SMK dan SLB.
Usai upacara, Asisten I Pemprov Sulsel, Andi Aslam Patonangi bersama Kadisdik Sulsel memukul beduk tanda dimulainya Ramadhan Fair yang diselenggarakan selama tiga hari sebagai rangkaian peringatan Hardiknas.
Ramadhan Fair, kata Kadisdik Sulsel, merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan sejumlah kegiatan, seperti pasar murah bagi guru dan tenaga kependidikan, ada service motor gratis, webinar Pendidikan.
Di samping itu, juga ada penandatangan MoU dengan sejumlah instansi, seperti antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Prov Sulsel, dengan PT Telkom, Dinas Sosial Pemprov Sulsel.
Hardiknas juga diwarnai dengan pemberian penghargaan bagi guru, kepala sekolah dan siswa berprestasi dari berbagai jenjang.
Disdik Sulsel juga memberikan penghargaan bagi Lembaga seperti RRI berkat Kerjasama pembelajaran jarak jauh, Zenius, dan juga penerbit Erlangga.
Pada kesempatan yang sama Prof Jufri melakukan pencanangan Satu Sekolah, Satu Rumah Ibadah, pencanangan Gerakan Wakaf al Qur’an, Satu Guru Satu Al Qur’an, dan pencanangan Gerakan Menanam Pohon bagi setiap siswa. (*)













