PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Makassar

Perkuat FETP, Dosen FKM Unhas Ikuti Pelatihan Nasional

1175
×

Perkuat FETP, Dosen FKM Unhas Ikuti Pelatihan Nasional

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) sejak semester ganjil Tahun Akademik 2017/2018 telah membuka Konsentrasi Field Epidemiology and Training Program (FETP) untuk jenjang Magister (S2), yang berada di bawah pengelolaan Departemen Epidemiologi FKM Unhas, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 3 orang, dan akan kembali menerima mahasiswa baru untuk tahun 2018 ini.

Pembukaan FETP ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga epidemiologi yang handal dalam melakukan investigasi epidemik. Karena Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar membutuhkan banyak ahli epidemiologi lapangan.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Sulawesi Selatan., Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM, M.Kes., M.ScPH, mengatakan, bahwa saat ini di Indonesia hanya memiliki sekira 5000 tenaga epidemiologi, dan jumlah ini dianggap kurang, guna memenuhi kebutuhan puskesmas-puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kebutuhan ahli epidemiologi yang memadai sangat penting untuk mengantisipasi setiap Kejadian Luar Biasa (KLB), bahkan kebutuhan bisa mencapai ribuan tenaga ahli epidemiologi yang dapat bertugas di Puskesmas, sementara saat ini hanya terdapat sekira 5000 tenaga epidemiologi saja,” ungkap Prof. Ridwan yang juga merupakan Guru Besar FKM Unhas itu.

Ketua Departemen Epidemiologi FKM Unhas, Ansariadi, Ph.D, mengatakan, bahwa semua mahasiswa FETP dibiayai dengan beasiswa penuh dari ALERTAsia Foundation, dan keberadaan beasiswa yang mencakup biaya lapangan ini merupakan keunggulan tersendiri di FETP FKM Unhas.

“Kita menerima mahasiswa yang sudah bekerja di lingkup Kemenkes. Semua biayanya ditanggung beasiswa, termasuk biaya selama di lapangan nanti. Jadi mahasiswa tidak terbebani lagi. Untuk tahun 2018 ini masih ada lowongan beasiswa untuk 2 orang,” tegas Ansariadi.

Untuk memperkuat proses pembelajaran di lapangan, dua orang dosen Departemen Epidemiologi mengikuti Pelatihan Peningkatan Keterampilan Laboratorium Untuk Epidemiologi Lapangan di Universitas Gadjah Mada. FKM Unhas mengutus Dian Sidik Arsyad, M.KM dan Indra Dwinata, MPH untuk mengikuti pelatihan yang berlangsung 6 – 12 Februari 2018.

Menurut Dian Sidik, kegiatan pelatihan ini untuk memperkuat keterampilan laboratorium bagi mahasiswa FETP dan dosen pendamping. “Selain dari Unhas, kegiatan ini juga diikuti oleh UGM selaku host dan dari FETP Unair. Semua fasilitas dan pembiayaan ditanggung oleh FETP Indonesia dan ALERTAsia”, ucap Dian Sidik saat dikonfirmasi. (*/464Ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com