Persiapan Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan
Sosialisasi protokol kesehatan di salah satu Pasar tradisional di Solo, Rabu (15/7). (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

SOLO – Persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 terus berlangsung di masa pandemi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha memastikan Pilkada berlangsung transparan, demokratis dan tidak menjadi ajang penyebaran Covid-19. Persiapan Pilkada 2020 masih dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), termasuk di Solo.

Pekan ini, pekan ini terfokus pada validasi data pemilih dan validasi dukungan bagi calon perseorangan atau independen.

Komisioner KPUD Solo, Suryo Baruno, mengatakan seluruh tahapan bisa dipantau secara langsung oleh masyarakat secara online di akun media sosial KPUD Solo.

“Semua prosesnya di dalam ruang pendaftaran kami siarkan langsung di akun media sosial resmi KPUD Solo.”

“Bisa dilihat di manapun berada dan yang boleh masuk ke ruangan pendaftaran sangat terbatas. Kita patuhi protokol kesehatan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 bersama-sama,” jelasnya.

Proses persiapan Pilkada juga melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan lembaga pemantau.

Para petugas yang melakukan validasi dibekali perlengkapan alat pelindung diri APD (APD) sesuai protokol kesehatan karena berinteraksi langsung di lapangan dengan mereka yang memiliki hak pilih.

Juru Bicara Badan Eksekutif Mahasiswa BEM Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Wahid Mu’tasim Bilah, baru-baru ini mengatakan, Pilkada kali ini berlangsung dalam situasi sulit karena pandemik.

Persiapan Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan
Tahapan Pencalonan dalam Pilkada 2020 dimulai awal September 2020. (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Namun Wahid Mu’tasim Bilah mengingatkan, integritas pesta demokrasi itu harus tetap dijaga.

“Yang ingin saya sampaikan sebagai seorang pemuda atau mahasiswa, kita tahu bersama sebagai agent of change, agen perubahan.”

“Di Pilkada ini yang bisa kita lakukan siap terjun ke masyarakat, menyerukan keadilan, dan lain-lain. Di tengah Pilkada seperti saat ini, masa pandemi, bisa lah melakukan Pilkada secara damai, demokratis, dan berintegritas,” jelas Wahid Mu’tasim Bilah.

Pakar hukum dari Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Doktor Sunny Ummul Firdaus, mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan selama Pilkada.

“Jangan sampai gara-gara Pilkada kemudian peningkatan kasus positif corona menjadi naik menjadi beberapa kali lipat.”

“Nah ini kemudian tujuan besar demokrasi berupa penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 ini menjadi tidak tercapai. Jangan sampai muncul klaster baru.”

Persiapan Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan
Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo. (Foto: dok)

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya akan memastikan Pilkada di kotanya menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai aturan Menteri Dalam Negeri ada himbauan tidak arak-arakan, untuk itu alangkah baiknya KPUD Solo juga membuat keputusan yang boleh masuk ke kantor KPUD saat pendaftaran pencalonan itu siapa saja, berapa jumlahnya, terus yang boleh mengantar bakal calon Wali Kota dan wakil Wali Kota itu siapa saja.”

“Ini supaya nanti tidak ada jor-joran massa, kerumunan massa yang berpotensi ada pelanggaran protokol kesehatan dan terjadi penularan Covid-19.”

“Tentukan berapa jumlah pengantar bakal calon, agar Solo tetap dalam situasi yang nyaman dan aman dari Covid-19. Ini harus diperhitungkan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan menggelar Pilkada serentak 9 Desember mendatang, mundur dari jadwal semula, 9 September, karena pandemi corona.

Jumlah daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020 adalah 270.

Sembilan provinsi akan memilih gubernur dan wakil gubernur, 224 kabupaten akan memilih bupati dan wakil Bupati, dan 37 kota akan memilih Wali Kota dan wakil Wali Kota, termasuk Solo. [voa]