PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru •
Dunia

Pesawat Pengintai Militer Amerika Jatuh di Afghanistan, 5 Tewas

855
×

Pesawat Pengintai Militer Amerika Jatuh di Afghanistan, 5 Tewas

Sebarkan artikel ini
Pesawat Pengintai Militer Amerika Jatuh di Afghanistan, 5 Tewas
Pesawat militer AS jenis E-11A jatuh di Ghazni, wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan, Senin (27/1/2020)

DUNIA – Pesawat militer Amerika, yang digunakan membantu pasukan berkomunikasi dan berbagi informasi intelijen di medan perang, jatuh di wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan, kata para pejabat militer Amerika, Senin (27/1/2020).

Kepala Staf Angkatan Udara Amerika, Jenderal Dave Goldfein mengatakan, pesawat E-11A itu dilengkapi Battlefield Airborne Communications Node (BACN).

Dalam acara di Washington, Goldfein mengatakan, ia tidak bisa memberi rincian tambahan. Juru bicara militer Amerika di Afghanistan kemudian mencuit, tidak ada indikasi pesawat jatuh akibat tembakan musuh.

Menteri Pertahanan Amerika Mark Esper menyatakan ia juga memantau perkembangan kecelakaan itu.

Kabar pertama kecelakaan itu muncul di media sosial di Afghanistan, dengan laporan dari orang-orang lokal di provinsi Ghazni. Beberapa jam kemudian, Taliban merilis pernyataan bahwa pesawat itu jatuh pada tengah hari waktu setempat, dan tidak ada yang selamat.

Ketua Palang Merah dan Bulan Sabit Merah provinsi Ghazni mengatakan, lima orang mungkin tewas dalam kecelakaan itu. Ia tidak merinci kecelakaan itu atau apakah timnya telah mencapai lokasi tersebut. (voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com