JENEPONTO—Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri mengukuhkan 82 Kepala Desa (Kades), di Halaman Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (23/7/2024).
Pengukuhan dan penyerahan SK terhadap 82 Kepala Desa se- Kabupaten Jeneponto dalam kaitannya dengan perpanjangan masa jabatan 2 tahun dari 6 tahun menjadi 8 tahun.
Selain Kepala Desa, ikut juga dilantik para Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 82 Desa se-Kabupaten Jeneponto.
Didepan Kepala Desa dan BPD yang dilantik, Pi Bupati Jeneponto menyampaikan, dengan adanya perpanjangan masa jabatan bagi Kepala Desa dan BPD tentu tanggung jawabnya juga bertambah.
“Tentu tanggung jawab kita semakin bertambah, kalau kemarin waktu disumpah mungkin tahun keenam akan berakhir masa jabatan. Alhamdulillah dengan terbitnya undang-undang nomor 23 tahun 2024 ditambah lagi 2 tahun,” kata Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri.
“Oleh karena itu, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dan ingatkan kepada kita semua agar apa yang kita teriakkan tadi disambut dengan ucapan bahagia. Kenapa seperti itu karena sang proklamator Bung Hatta pernah menyampaikan kemerdekaan yang kita capai itu salah satu cara untuk bagaimana membahagiakan rakyat Indonesia,” jelasnya.
Ia menegaskan, nanti tidur masyarakat baru tidur juga pemerintah dikarenakan pemerintah adalah pelayan masyarakat.
“Nanti tidur pemerintah baru tidur juga masyarakat, itu disebabkan karena pemerintah merupakan pelayan masyarakat,” tuturnya.
“Umur kita semakin bertambah tapi usia kita semakin berkurang. Berarti itu kematian semakin dekat. Tentunya harus diperbaiki sikap kita bagi kita yang mengemban amanah. Pasalnya, jabatan ini akan dipertanggungjawabkan kelak dikemudian hari,” terangnya.
Pj Bupati Junaedi mengharapkan, agar pejabat jangan menumpuk harta. “Kebiasaan kita adalah jangan menumpuk harta padahal di hari kemudian nanti ada akan ditanya harta dari mana dan dibelanjakan ke mana,” katanya.
“Sebagai pelayan masyarakat, kita jarang melakukan introspeksi diri apa yang sudah diberikan kepada rakyatku dan apa yang sudah diberikan kepada rakyatku di Kabupaten Jeneponto yang tiap hari tanpa kita sadari,” lanjutnya.
Kata Pj Bupati Junaedi, sebagian masyarakat di Kabupaten Jeneponto adalah petani sehingga perlu diperhatikan apa yang menjadi kebutuhannya.
“Sebagian besar masyarakat Jeneponto merupakan petani sehingga yang sering diteriakkan adalah kelangkaan pupuk dan pemerintah harus senantiasa mencarikan solusi, hal ini saya sampai ke pak Kajari dan kasi Pidsus bahwa sampai saat ini masih ada desa belum ada pengecer di desa tersebut, saya mau di masing-masing desa ada pengecer,” tuturnya.
“Tabe pak desa kalau masih ada desa yang belum ada pengecernya agar mengusulki baru saya sampaikan ke distributor. Coba dulu agar saya selaku Penjabat agar bagaimana saya mengurus untuk mengusahakan kita mendapatkan pupuk di desanya. Saya juga coba usulkan bagi desa untuk mendapatkan dua pengecer di desanya,” pungkasnya.
Selain Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, pelantikan juga dihadiri oleh Ketua Apdesi Sulsel, Sri Rahayu Umiyanti, Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jeneponto, kepala OPD, Camat dan Lurah, serta tamu undangan lainnya. (*)














