PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bukan Sekadar Pukul Bola, Hasbi Siapkan Babak Baru Gateball SulselDari 3 Jadi 5,3 Ton! Inovasi Mahasiswa Unhas Bikin Panen Petani Bone MeledakTPA Tamangapa Belum Beres, Plt Camat Manggala Ikut Turun Tangan Kawal PembenahanDPP NasDem Copot Didis Suryadi dari Ketua DPRD Jeneponto, Sumarni Kr. Layu Naik TahtaBidik Kembali Takhta Politik Sulsel, IAS Gandeng Supriansa Pimpin GolkarJatah Solar Dipangkas Separuh, Sopir Toraja Utara Kelimpungan: Antre hingga 3 Jam!PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bukan Sekadar Pukul Bola, Hasbi Siapkan Babak Baru Gateball SulselDari 3 Jadi 5,3 Ton! Inovasi Mahasiswa Unhas Bikin Panen Petani Bone MeledakTPA Tamangapa Belum Beres, Plt Camat Manggala Ikut Turun Tangan Kawal PembenahanDPP NasDem Copot Didis Suryadi dari Ketua DPRD Jeneponto, Sumarni Kr. Layu Naik TahtaBidik Kembali Takhta Politik Sulsel, IAS Gandeng Supriansa Pimpin GolkarJatah Solar Dipangkas Separuh, Sopir Toraja Utara Kelimpungan: Antre hingga 3 Jam!
Biro Humas Pemprov Sulsel

PKK dan Dinas Perdagangan Sulsel Persiapkan Produk UMKM Jeneponto Tembus Ekspor

661
×

PKK dan Dinas Perdagangan Sulsel Persiapkan Produk UMKM Jeneponto Tembus Ekspor

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2020 12 15 at 20.09.19

JENEPONTO – Mampu diterima pasar internasional menjadi salah satu indikator keberhasilan produk yang dihasilkan UMKM saat ini. Hal ini mengharuskan produk UMKM memiliki kualitas dan mampu membaca dinamika dan peluang pasar internasional.

Khusus di Kabupaten Jeneponto, Tim Penggerak PKK bersama Dinas Perdaganhan dan Dinas Perindustrian mulai menyiapkan produk UMKM menembus pasar ekspor melalui bimbingan teknis Bagaimana Memulai Ekspor bagi 30 UMKM di Jeneponto.

Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin menuturkan, pemerintah terus berupaya mendorong dan menyediakan berbagai fasilitas agar pelaku UMKM mampu menghasilkan produk yang diminati pasar luar negeri.

“Jadi UMKM tidak hanya produksi, tetapi bagaimana produksinya bisa bernilai jual, memiliki mutu yang bisa diterima pasar nasional dan bahkan bisa diekspor,” jelas Lies membuka kegiatan coaching clinic yang digelar di Binamu Hotel, Kabupaten Jeneponto, Senin, 14 Desember 2020.

WhatsApp Image 2020 12 15 at 20.09.19 1

Salah seorang peserta, Jumiati Rahman (35) yang berhasil memproduksi abon kuda dan menjual produknya hampir ke seluruh kota besar di Indonesia bahkan menjadi barang bawaan setiap tamu luar negeri yang berkunjung ke Jeneponto. Ia menuturkan, cukup terbantu dengan berbagai inisiatif untuk mendorong usahanya mencapai pasar ekspor.

“Dorongan pemerintah kepada usaha kami sangat besar, kami diberi berbagai bimbingan teknis terkait meningkatkan nilai jual produk yang kami olah, bagaimana mengemas hingga informasi negara tujuan mana saja yang berminat dengan produk yang kami hasilkan,” tuturnya di sela kegiatan coaching clinic yang ia ikuti.

Jumiati menuturkan, usaha abon ikan miliknya kini mampu menjual lebih 10 kilogram abon kuda dalam sebulan dengan omzet usaha mencapai lebih dari lima juta rupiah.

“Modal usaha kami mulai dengan satu juta lima ratus ribu rupiah, kini omzet kami sebulan sudah bisa lebih dari lima juta,” ungkapnya.

Ia menceritakan, produkai abon kuda sepwnuhnya ia kwrjakn dari rumahnya bersama lima orang pekerjanya.

“Mulai dari proses beli daging kuda di pasar, kami proses secara alami hingga jadi abon dan kami kemas,” sebutnya.

Selain Jumiati, beberapa peserta melalui produk seperti minyak sereh, susu kurma dan kopi juga telah mampu menembus pasar nasional. Bahkan minya sereh juga menjdi produk wajib yang dibawa oleh setiap tamu manca negara yang berkunjung ke kabupaten penghasil garam terbesar di Sulsel ini.

Sementara, Tenga Ahli Bidang Implementasi Perjanjian Perdagangan Internaaional, Dinas Perdagangan Prov. Sulsel, Chairil Burhan yang menjadi pemateri pada pelatihan ini menuturkan, para peserta umumnya telah memiliki produk dengan kualitas premium namun masih perlu didorong untuk mampu melihat situasi pasar yang dinamis.

“Rata-rata mereka sudah punya produk jadi sudah bisa disebut interpreneur, jadi yang perlu diproses adalah semangat, keberanian mereka dengan dinamika pasar yang terus berkembang,”jelasnya.(*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com