PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Makassar

PKK Makassar Dorong Wastra Lokal Jadi Identitas Global, Penjahit Lokal Dapat Dukungan Nyata

1372
×

PKK Makassar Dorong Wastra Lokal Jadi Identitas Global, Penjahit Lokal Dapat Dukungan Nyata

Sebarkan artikel ini
PKK Makassar Dorong Wastra Lokal Jadi Identitas Global, Penjahit Lokal Dapat Dukungan Nyata
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan wastra daerah sekaligus memperkuat kapasitas penjahit lokal. Komitmen ini ia sampaikan dalam kegiatan “Pengembangan dan Pendampingan Usaha Busana Lokal Makassar” yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025).

MAKASSAR—Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan wastra daerah sekaligus memperkuat kapasitas penjahit lokal. Komitmen ini ia sampaikan dalam kegiatan “Pengembangan dan Pendampingan Usaha Busana Lokal Makassar” yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025).

Kegiatan yang diinisiasi Pokja III TP PKK ini menjadi wadah penting untuk mendorong pelaku usaha busana lokal agar bisa tumbuh dan bersaing di kancah nasional maupun global.

“Busana lokal adalah cerminan budaya, identitas, dan kreativitas daerah. Makassar punya kekayaan wastra seperti tenun sutra, songket, dan motif khas Bugis-Makassar yang sarat makna. Potensi ini sangat besar, dan harus terus kita dorong melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan,” ungkap Melinda dalam sambutannya.

Melinda juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha busana lokal, mulai dari keterbatasan permodalan, akses pemasaran digital, hingga kurangnya pelatihan teknis dan manajerial.

Karena itu, kegiatan ini tak sekadar pertemuan, tapi menjadi ruang berbagi ilmu, membangun jejaring, dan memberikan motivasi bagi para pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi penjahit dan pelaku usaha lokal. Dari segi desain, pemasaran, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pokja III TP PKK Kota Makassar atas inisiatif dan konsistensinya dalam mendorong lahirnya perempuan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

“Makassar harus menjadi pusat busana lokal yang kuat dan membanggakan. Kami ingin menjadikan kreativitas perempuan Makassar sebagai wajah dari kekuatan ekonomi kreatif Indonesia,” tegas Melinda.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten. Salah satunya adalah Pemimpin Departemen Kredit Ritel Bank Sulselbar, Marhuma Umar, yang memaparkan skema pembiayaan untuk UMKM, khususnya pelaku usaha fesyen lokal. Ia menjelaskan berbagai akses permodalan yang dapat dimanfaatkan, lengkap dengan tips agar pelaku usaha siap secara administrasi dan keuangan.

TP PKK juga menghadirkan desainer nasional sekaligus owner Butik Luthfia, yang membagikan pengalamannya membesarkan tenun Sekomandi hingga menembus pasar Paris. Ia juga memberikan pelatihan tren fesyen, teknik branding, dan cara mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.

Menariknya, desainer tersebut membawa koleksi busana karyanya langsung ke lokasi dan bahkan memberikan beberapa busana kepada peserta terpilih sebagai bentuk motivasi untuk terus berkarya.

Melalui kegiatan ini, PKK Makassar tak hanya bicara pelestarian budaya, tapi juga membawa wastra lokal naik kelas—dengan mendekatkan pelaku usaha pada akses pasar, modal, dan keterampilan yang relevan. (70n/Ag4ys/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com