PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • Penertiban Kanopi Pasar Terong Ditunda, Polisi Pilih Redam Potensi Konflik • Tak Sekadar Pengajian, BKMT Toraja Utara Perluas Kiprah Pemberdayaan Umat dan Masyarakat • Bunda PAUD Makassar Dorong 7 Kebiasaan Baik Jadi Budaya Anak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • Penertiban Kanopi Pasar Terong Ditunda, Polisi Pilih Redam Potensi Konflik • Tak Sekadar Pengajian, BKMT Toraja Utara Perluas Kiprah Pemberdayaan Umat dan Masyarakat • Bunda PAUD Makassar Dorong 7 Kebiasaan Baik Jadi Budaya Anak •
Bantaeng

Plt Gubernur Sulsel bersama Menko PMK RI, Resmikan Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu

2059
×

Plt Gubernur Sulsel bersama Menko PMK RI, Resmikan Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu

Sebarkan artikel ini
Plt Gubernur Sulsel bersama Menko PMK RI, Resmikan Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan perlunya intervensi bersama untuk penurunan stunting. Seperti melalui program Gammara'na atau (Gerakan Masyarakat Memberantas Stunting).

BANTAENG—Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan perlunya intervensi bersama untuk penurunan stunting. Seperti melalui program Gammara’na atau (Gerakan Masyarakat Memberantas Stunting).

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Sulsel saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy saat meresmikan pengoperasian gedung Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu Kabupaten Bantaeng, yang terletak di Desa Lumpangang, Kecamatan Pa’jukukang, Selasa (2/3/2021).

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, ada dua daerah di Sulsel yang mempunyai angkat stunting cukup tinggi akan diintervensi secara maksimal.

“Melalui intervensi dan bantuan anggaran provinsi, dilakukan pilot project di dua daerah yang tinggi angka stunting, yakni Bone dan Enrekang. Alhamdulillah, sekarang Bone sudah urutan ke 12 angka stunting. Kami menurunkan 85 promotor pendampingan di 51 Desa. Penanganannya ini butuh sinergitas bersama,” kata ASS.

Ia menyebutkan, dibutuhkan pula edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya memahami 1.000 hari kehidupan anak, pemenuhan gizi bagi anak, bahkan tentang 75 hari sebelum menikah.

“Investasi terbaik adalah SDM. Infrastruktur bisa diukur, ada batasnya 35 tahun sudah hancur. Tetapi dengan membangun manusia, akan bisa menciptakan hal lain. Generasi adalah investasi yang terbaik,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi hadirnya Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu di Bantaeng. Bahkan ini menjadi pertama di Indonesia. Apalagi angka stunting di Bantaeng 21 persen, dibawah provinsi yang mencapai 24 persen.

“Kami berterima kasih untuk Bapak Bupati dan jajarannya untuk upaya menurunkan angka stunting. Memang orang-orang Bantaeng, orang-orang hebat. Alhamdulillah, bisa kerjasama dengan Bupati yang energik,” tutupnya.

Sementara itu, Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengapresiasi angka stunting di Sulsel yang lebih rendah dari nasional yang melebihi 27,6 persen.

“Kami apresiasi angka stunting di sulsel rendah sekitar 21 persen, melebihi pusat 27,6 persen. Bantaeng harus jadi pelopor untuk menurunkan angka stunting dengan kerjasama kuat pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengaku takjub dengan hadirnya gedung Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu Kabupaten Bantaeng. “Saya takjub melihat hadirnya gedung ini,” ucapnya.

Menko PMK menambahkan, Presiden menargetkan penurunan angka stunting diindonesia hingga 14 persen.

“Presiden Jokowi memberikan target penurunan stunting 14 persen hingga periode terakhir 2024,” tutupnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com