Plt Kadis PMD: Serapan ADD Sulsel lebih tinggi dari Nasional
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulsel Sukarnianty Kondolele.

MAKASSAR—Setiap tahun Pemerintah Pusat mengelontorkan anggaran yang diperuntukkan untuk desa yang nilainya beragam setiap provinsi di Indonesia.

Sejauh ini, Anggaran Dana Desa (ADD) mampu memperbaiki ekonomi dan juga infrastruktur sehingga bermanfaat untuk masyarakat.

Menurut Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulsel Sukarnianty Kondolele, tahun ini Provinsi sulsel mendapatkan ADD sebesar Rp2,37 Triliun.

“Tahun ini sulsel mendapatkan ADD sebanyak Rp 2,37 Triliun untuk 2.255 desa. Dan saat ini serapan ADD sudah mencapai 39 persen, lebih tinggi dari nasional yang hanya 33,87 Persen,” ungkapnya saat ditemui dikantornya Rabu (23/6/2021).

Ia menyebutkan, ada 5 daerah di sulsel dengan serapan Anggaran Dana Desa yang tinggi.

“Ada lima daerah di sulsel dengan serapan anggaran dana desa paling tinggi yaitu Kabupaten Maros, Sinjai, Sidrap, Bone serta gowa,” sebutnya.

Dikatakan, masih rendahnya serapan anggaran dana desa salah satunya di sebabkan oleh pandemi covid-19 yang saat ini masih terus berlangsung.

“Memang kalau dibandingkan tahun sebelumnya, serapan anggaran dana desa saat ini masih rendah, salah satunya karena adanya pandemi covid-19 dengan keterbatasan aktifitas,” kata Sukarnianty.

Menurutnya, untuk mempercepat serapan ADD maka akan terus melakukan pendampingan dan sosialisasi.

“Kita akan semakin maksimalkan upaya sosialisasi dan pendampingan untuk mempercepat serapan anggaran terutama program skala prioritas sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan,” Pungkasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan Dana Desa diberikan kepada Desa agar dapat mengelola potensi desa yang dimiliki agar desa menjadi mandiri.

“Dana Desa harus memberikan feedback positif bagi desa itu sendiri,” tutupnya. (*)