MAKASSAR — Polda Sulsel siap mengamankan seluruh atlet Sulsel yang turun berlaga PON 2020 di Papua, dengan pengawalan khusus.

Hal ini bukan tanpa alasan. Tujuannya, memberikan rasa aman bagi atlet Sulsel yang akan terjun bertanding.

Saat ini, Tim gabungan TNI-Polri telah melakukan operasi gabungan untuk menjaga kondusifitas area pesta olahraga nasional.

Kapolda Sulsel Irjend Pol. Guntur Laupe memberikan garansi saat ditemui pengurus KONI Sulsel, Kamis (6/2).

Guntur mengaku akan menurunkan personel khusus yang siap melakukan pengawalan kepada ratusan atlet dan ofisial kontingen Sulsel.

Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra menuturkan, sistem pengawalan dari kepolisian perlu juga memikirkan wilayah pembagian tugas personel. Hal itu berdasarkan zona pertandingan yang terbagi 3 wilayah, yakni Merauke, Mimika dan Jayapura.

“Jumlah kontingen diperkirakan sekitar 250 orang,” kata Ellong.

Lebih lanjut Ellong mengaku bersyukur karena pihak Polda Sulsel berkenan mendampingi kontingen Sulsel di PON 2020 Papua.

“Hal ini jelas akan membantu memberikan rasa aman bagi kontingen yang akan berangkat,” tegas Ellong.

“Polda Sulsel memiliki 300 personel kepolisian yang pernah tugas dan tidur di hutan-hutan Papua. Saya kira tak ada masalah jika kita mengirim mereka kembali bertugas di sana demi Sulsel dan target prestasi yang akan ditorehkannya” ujar Kapolda Sulsel, Irjend Guntur Laupe.

Sekadar diketahui, Kontingen Sulsel meloloskan sebanyak 288 atlet pada PON XX Papua 2020. Terdiri atas 230 atlet dari Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Papua. Sisanya, di luar Papua.

Untuk Cabor yang lolos dan dipertandingkan di Papua ada 32 cabor. Sedangkan di luar Papua ada tujuh cabor. (*/464ys)