PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Dunia

Presiden Filipina Perintahkan Kepala Pabean Tembak Mati Penyelundup Narkoba

492
×

Presiden Filipina Perintahkan Kepala Pabean Tembak Mati Penyelundup Narkoba

Sebarkan artikel ini
Presiden Filipina Perintahkan Kepala Pabean Tembak Mati Penyelundup Narkoba
Presiden Filipina Rodrigo Duterte di istana Kepresidenan Malacanang di Manila. (Foto: AP)

MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte secara terbuka memerintahkan pejabat tertinggi urusan pabean negaranya untuk menembak mati para penyelundup narkoba.

Duterte memberikan perintah tersebut ke Komisioner Badan Pabean Filipina Rey Leonardo Guerrero, lewat pernyataannya pada sebuah pertemuan kabinet yang ditayangkan televisi, Senin malam (31/8).

Guerrero sendiri tidak hadir pada pertemuan yang ditujukan untuk membahas wabah virus corona itu.

Namun, Duterte mengatakan ia bertemu pensiunan jenderal dan mantan kepala staf angkatan bersenjata Filipina itu sebelumnya pada hari yang sama di Istana Kepresidenan di Manila.

“Saya blak-blakan mengatakan kepada dia, ‘Narkoba masih mengalir masuk ke negara ini. Saya ingin Anda menembak mati para penyelundup narkoba.”

“Saya akan dukung Anda dan Anda tidak akan dipenjara. Kalau soal narkoba, Anda tembak mati saja,” kata Duterte di Istana Kepresidenan di Manila.

Duterte tidak merinci lebih jauh pernyataannya tersebut. Hanya saja ia mengatakan, ia sebelumnya telah menyetui pembelian senjata api untuk badan yang dipimpin Guerrero.

Duterte dengan keras membantah ia mengizinkan pembunuhan di luar proses hukum. Namun, berulangkali dan secara terbuka mengancam mati para pengedar narkoba.

Ia dan kepolisian nasional, yang memimpin operasi antinarkoba, pernah mengatakan, kebanyakan tersangka pengedar narkoba yang tewas di tangan polisi adalah mereka yang memberontak saat hendak ditangkap dan membahayakan nyawa para penegak hukum.

Lebih dari 5.700 tersangka penyelundup dan pengedar narkoba tewas dalam operasi antinarkoba Duterte. Fakta ini mendapat sorotan banyak organisasi HAM dan pemerintah negara-negara Barat.

Tak sedikit yang bahkan mengusulkan untuk menyeret Duterte ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com