SELAYAR—Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Selayar, menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alquran Babussalam Selayar, Kamis (15/4/2021).
Kesempatan ini dimanfaatkan prof Jufri untuk memotivasi para santri, Ponpes yang dipimpin H. Dudi Hermawan Rasyid, Lc dan Drs. H. Mappabangkadan mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu itu.
Pada kesempatan tersebut, mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM itu, juga banyak bercerita tentang perjalanan dan pengalaman hidupnya saat menuntut ilmu dari sekolah dasar sampai menjadi seorang guru besar Psikologi di Universitas Negeri Makasaar (UNM).
”Saya bukanlah seorang yang berasal dari keluarga yang berada, keluarga saya penghidupannya sangatlah sederhana, tinggal di Mangatti, Kampung yang sangat terpencil di Pulau Jampea. Berangkat ke sekolah setiap hari dengan menempuh perjalanan kurang lebih 9 km bersama dengan teman-teman. Sedemikian tertinggalnya kehidupan di Kampung, saat melihat seorang mahasiswa yang berpakaian jas pun sudah dianggap sebagai suatu keluarbiasaan,” tutur Prof. Jufri.
Meski demikian, lanjut Prof. Jufri, walau kehidupan keluarganya penuh dengan keterbatasan; sisi ekonomi dan pendidikan, namun dirinya mengaku memiliki prinsip bahwa kesuksesan belum tercapai hanya karena persoalan waktu yang belum tiba.
”Itulah sebabnya, maka setiap kali saya menemukan orang yang sukses dalam karirnya, saya selalu menganggapnya hanya persoalan waktu sehingga saya belum seperti dia.”
Begitu cara Guru Besar Psikologi asal kampung Mangatti, Pulau Jampea Selayar ini memotivasi anak-anak santri selepas shalat tarwih.
Sementara itu H. Dudi Hermawan selaku pimpinan Ponpes mengaku sangat mengapresiasi atas kesediaan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel dan rombongan yang sudi berkenan meluangkan waktunya hadir di Ponpes yang dipimpinnya’
”Atas nama Keluarga Besar Pesantren Alquran Babussalam mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Muhammad Jufri beserta rombongan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan memberikan arahan kepada guru serta santri Babussalam. Kedatangan beliau telah sangat menginspirasi siswa-siswi pesantren untuk bersabar dan bersemangat dalam menuntut ilmu,” kata H. Dudi. (*/t4m)

















