PT. ASA Segera Pasarkan Kavling Kebun Durian di Luwu Timur

MAKASSAR, PT. Asa Sejahtera Agro (PT. ASA) dalam waktu dekat ini rencananya akan memasarkan kavling kebun Durian, di Desa Tabarano, kecamatan Wasopunda, kabupaten Luwu Timur, dengan mengandeng PT. Dakersa sebagai konsultan pengolahan lahan kavling durian dengan label Thamarat Al Jannah Tabarano.

Menurut Manajemen PT Dakersa Luwu Timur. Alain, di tahap pertama ini PT. ASA akan membangun sebanyak 120 kavling dari 2000 kavling yang direncanakan,dengan luasan setiap kavling berukuran 20 x 50 Meter, dengan tanaman di dalamnya 10 titik pohon durian, 12 titik jambu dan 21 titik pohon jeruk.

“Dalam waktu dekat ini kami berinisiatif mengembangkan kavling kebun durian seluas 1.000 M per kavling, dan PT. Dakersa dalam hal ini akan ikut dalam pengelolaan, pendampingan dan pemasarannya, dalam batas waktu yang tidak ditentukan, jadi owner cukup mengangsur dan menikmati hasilnya saja, “ terang Alain melalui pesan WhatsApp, Minggu (29/9).

Lebih lanjut Alain menjelaskan, bahwa rencananya kavling tersebut akan dipasarkan dengan harga 81 juta dan dapat diangsur selama 5 tahun, diharapkan dalam 15 tahun owner telah memperoleh hasil 2 kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

“Estimasinya setelah 10 tahun saat pohon telah produktif, setiap 10 pohon durian dalam kavling tersebut dalam setahun mampu menghasilkan Kg. 300, dengan harga pasar Rp. 30.000,- maka kavling tersebut dapat menghasiilkan Rp. 9 juta, dengan pola bagi hasil 50% hak owner, maka mulai tahun ke 10 owner akan memperoleh 4.500.000 dalam setiap tahunnya,” jleas Alain.

Selain itu, lanjut Alain, owner mulai semester ke tiga hingga ke 20, juga akan memperoleh penghasilan dari hasil panen 21 jeruk lemon aureka dan 12 pohon jambu Kristal.

Baca Juga

Rencananya kavling tersebut akan dipasarkan dengan harga antara 81 juta hingga 99 juta tergantung kualitas lahannya dan dapat diangsur selama 5 tahun dengan uang muka minimal Rp. 27 Juta, harga tersebut menurutnya sudah termasuk biaya karyawan, pupuk, obat-obatan alat pertanian dan lain-lain, namun belum termasuk biaya balik nama sertifikat Hak Milik.

“Dengan memiliki 1 hingga 2 kavling, berarti kita sudah ambil bagian dalam menciptakan Luwu Timur ‘Terkemuka’ dan menuntup import durian di Indonesia, Salam Revolusi Orange” pungkas Alain sembari memberikan nomor kotak yang bisa dihubungi bagi peminat Kavling pohon durian tersebut. (464Ys)

Berita Terkait