Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji menambahkan pihaknya telah menemukan puing-puing atau ceceran barang di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Menurutnya, barang tersebut sudah diamankan di kapal Basarnas dan akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diselidiki.

“Ada informasi yang kami terima dari masyarakat ditemukan adanya puing-puing. Puing itu ditemukan oleh Pospol Pulau Lancang. Pulau yang ada di sekitar yang diperkirakan pesawat itu kehilangan kontak,” jelas Bambang Suryo Aji.

Salah seorang warga di Pulau Lancang, Mahyudin, mengatakan kepada VOA “nelayan-nelayan di sini melaporkan mendengar dentuman cukup keras di laut sekitar pukul 14.30. Cuaca saat itu hujan dan cukup gelap. Nelayan pulang sekitar jam 15.30 saing dan melaporkan pada saya, dan terus ke polisi setempat. Nelayan mengatakan melihat serpihan pesawat di dekat perahu mereka.”

Sementara Bambang Suryo Aji menambahkan lembaganya dibantu TNI-Polri dan unsur lainnya dalam melakukan pencarian terhadap penumpang dan pesawat yang hilang kontak. Sedangkan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait pesawat yang hilang kontak tersebut. Menurutnya, KNKT juga sedang menyiapkan upaya pencarian black box pesawat Sriwijaya Air pada Minggu (10/1).

“Tapi yang utama Basarnas untuk melakukan pertolongan. Kami mengikuti koordinasi dengan Basarnas,” jelas Soerjanto Tjahjono.

Soerjanto Tjahjono meminta masyarakat bersabar menunggu pihaknya bekerja dalam mencari informasi pesawat Sriwijaya Air SJY-182.

TNI AL dan AU Siap Bantu Operasi Pencarian

Dalam keterangan tertulis yang diterima VOA dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, disampaikan bahwa sedikitnya tujuh kapal (KRI) yaitu, KRI Teluk Gilik Manuk, KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut-866, KRI Tenggiri; ditambah dua sea-rider Kopaska dan dua kapal tunda telah dikerahkan.

“TNI AL juga menyiapkan helikopter Nbell 412 yang onboard KRI Bontang, posisi sandar di dermaga JICT Jakarta yang siap mendukung operasi SAR,” demikian pernyataan tersebut.

TNI Angkatan Udara juga mengatakan telah menyiapkan beberapa helikopter dan pesawat dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta untuk mendukung operasi pencarian. [voa]