PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Makassar

Puskesmas di Makassar Antisipasi Hepatitis Misterius melalui SKDR

1167
×

Puskesmas di Makassar Antisipasi Hepatitis Misterius melalui SKDR

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Antang, Kecamatan
Puskesmas Antang, Kecamatan Manggala Makassar.

MAKASSAR—Merebaknya kasus hepatitis misterius disejumlah negara Eropa, Amerika dan Asia serta ditemukannya kasus 3 anak meninggal di Jakarta, tak membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar panik dan latah, sehingga hingga hari ini belum menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi kasus tersebut.

Namun meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin mengaku, bahwa pihaknya tidak berdiam diri, namun telah meminta Puskesmas untuk menagntisipasi melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

“Pastinya puskesmas semuanya akan mengantisipasi melalui SKDR (sistem kewaspadaan dini dan respons)-nya,” kata Nursaidah, Senin (9/5/2022).

Selain itu menurut Kepala Dinkes Makassar yang akrab disapa dr. Ida ini, pihaknya .juga telah meneruskan surat edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) nomor HK.02.02/C/2515/2022, tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan.

Nursaidah berujar, kewaspadaan untuk kasus hepatitis misterius baru berfokus pada surat edaran dari Kemenkes. Pihaknya akan melihat situasi selanjutnya.

“Belum ada kesiapan yang berarti sebenarnya. Cuma memang kewaspadaan itu yang terus ditingkatkan. Dengan edaran yang diberikan oleh kementerian kesehatan,” jelasnya.

SE itu lanjut dr Ida dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya. (5dr)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com