MAKASSAR—Pada rangkaian Hari Jadi Provinsi Sulsel ke-353, Dinas Perdagangan (Disdag) Sulsel melaksanakan ekspor berbagai jenis komidi dengan nilai sebesar Rp66,43 Miliar.
Eskpor ke berbagai negara ini, dilakukan langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Kepala Dinas Perdagangan Ashari Fakhsirie Radjamilo di depan rumah jabatan Gubernur, Minggu (16/10/2022).
Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, Dinas perdagangan mengambil bagian dalam memeriahkan hari jadi sulsel dengan melakukan ekspor.
“Kami dari Dinas Perdagangan (Disdag) Sulsel, mengambil bahagian di hari jadi Sulsel ke-353 tahun. Caranya kami memperingati hari jadi dengan melakukan ekspor. Ini tiba-tiba walaupun ini berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
“Tapi kami kemas dalam 3 hari. Kami bekerjasama dengan PT Mandiri, Balai Karantina Ikan, Balai Karantina Pertanian, bersama dengan para teman-teman dari Bea Cukai, Pelindo, Peti Kemas termasuk juga yang kami undang untuk melakukan ini,” sambung Ashari.
Ia menjelaskan dalam tiga hari persiapan, Terkumpul sebanyak 378,50 ton komiditi untuk diekspor.
“Artinya dalam kurun waktu 3 hari bersama dengan ketua GPI beliau yang memberikan barang, Yang terkumpul hingga tadi malam itu sekitar 378,50 ton. Dengan nilai 4,55 US dollar setara dengan Rp66,43 miliar,” jelasnya.
Semua yang diekspor adalah produk halal. “Alhamdulillah ini adalah produk halal yang kami kirim ke negara arab dan termasuk jepang, thailand, Rusia,” lanjutnya.
“Yang terpenting adalah kami bersama dengan para ekportir Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) mengambil bahagian dari hari jadi sulsel ke 353 tahun,” tutur Ashari.
Adapun komoditi yang diekspor diantaranya kemiri, mente kupas, Cacao. Komoditi yang kami kirim itu, Kemiri, Mente kupas, Cacao, Mente kupas, Udang tempura, Ikan segar, Tepung rumput laut.
“Ini semua produk halal. Sulsel itu tidak pernah berhenti ekspor, kami ini bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan alam yang lebih dibandingkan provinsi lainnya.” Pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Sulsel, Arif R mengaku ekspor produk halal ini baru dilaksanakan dalam rangka hari jadi Sulsel ke-353.
“Selama ini kami ekspor itu barang umum saja, baru kali ini kami adakan ekspor produk halal. Tentunya, produk halal ini, karena ini negara muslim terbesar di dunia, negara-negara tujuan itu seperti timur tengah, Arab, Afrika, dan semua negara muslim itu biasanya berharap produk halal dari Indonesia,” terangnya.
Arif menyebutkan, produk halal adalah, produk yang sudah siap konsumsi, seperti ikan olahan. Biasanya kalau produk halal itu adalah, produk yang sudah siap konsumsi. Seperti ikan olahan, seperti tepung rumput laut.
Dijelaskan, semua produk yang halal itu memang sudah hampir 80 persen sudah tiba dinegara tujuan langsung di konsumsi, tentunya dengan ekspor halal ini tentu negara yang dituju ini negara muslim ada juga non muslim tapi kecil.
“Dalam produk halal itu yang dijaga higienisnya, kesehatan dan kehalalan nya secara kita sebagai umat islam. Tentunya sebagai negara terbesar didunia dalam populasi umat islam tentunya potensi ekspor halal dari Sulsel itu masih terbuka dan mempunyai peluang yang lebih besar,” sebutnya.
Pihaknya akan senantiasa mendukung Pemprov Sulsel dalam mendorong peningkatan nilai ekspor. “Kami para pelaku ekspor sulsel itu senantiasa mendukung pemprov sulsel terkait dengan ekspor yang selama ini kami lakukan. Alhamdulillah bisa terkirim sesuai dengan data,” tambahnya.
“Kebetulan tiga hari ke depan kita memperingati hari jadi sulsel, maka kami kombinasikan kami wujudkan bahwa ternyata ekspor kami itu bisa mengantarkan ekspor halal,” tutupnya. (*)













