ROMA – Pembalap Italia Romano Fenati akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya di dunia balap motor setelah izin membalapnya dicabut oleh Federasi Sepeda Motor Italia (FMI), akibat tindakan yang dinilai membahayakan dengan meraih tuas rem saingan Stefano Manzi saat balapan di Grand Prix San Marino, Minggu (9/9/2018).
Sebelumnya, pembalap asal Italia kelahiran 15 Januari 1996 itu, didiskualifikasi di tempat dan dilarang tampil di dua balapan berikutnya setelah dia menekan rem motor Stefano Manzi saat balapan tengah berlangsung dalam kecepatan 200 km per jam.
Selain itu kontrak pembalap berusia 22 tahun itu dengan tim Marinelli Snipers pun telah dihentikan usai insiden yang membahayakan selama lomba di Grand Prix San Marino, serta diputuskan oleh timnya musim depan Forward Racing.
Akibat dari ulahnya itu, Fenati kepada media Italia mengatakan akan pensiun dan fokus menyelesaikan studinya, dan pada hari Senin (10/9/2018), telah meminta maaf atas insiden tersebut dan menyebut aksinya itu sebagai ‘aksi memalukan’.
“Dengan kepala dingin, saya katakan, bahwa saya tidak akan balapan lagi, tetapi saya tidak benar-benar tahu bagaimana saya melihat diri saya dalam lima tahun ke depan. Saat ini, saya hanya ingin meletakkan semua ini di belakang,” terang Fenati.
Sekedar untuk diketahui, ulah Fenati tersebut diduga merupakan buntut kekesalannya usai manuver Manzi sebelumnya yang membuat Fenati melebar dari lintasan.
Usai balapan kedua pembalap langsung mendapatkan hukuman dari FIM MootoGP Stewards, yaitu Manzi diganjar hukuman penalti turun enam posisi start. Sementara Fenoti dilarang tampil di 2 balapan selanjutnya.
Atas insiden tersebut banyak pihak yang menilai hukuman yang diterima Fenati terlalu ringan, bahkan pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, Fenati layak mendapat hukuman larangan balapan seumur hidup. [*/464ys]













