JENEPONTO – Cabang olahraga Muay Thai Kabupaten Jeneponto langsung membuat kejutan pada penampilan perdananya di ajang Muay Thai Sulsel Open Tournament Series 1 2026 di Makassar. Dari sembilan atlet yang diturunkan, tujuh di antaranya berhasil menembus partai final dan memastikan raihan medali untuk daerah berjuluk Butta Turatea tersebut.
Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muay Thai Indonesia Jeneponto, Irfan Iskandar, menyebut pencapaian tersebut sebagai prestasi bersejarah bagi perkembangan Muay Thai di Jeneponto. Menurutnya, hasil itu menunjukkan potensi besar atlet-atlet lokal yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.
“Dari total sembilan atlet yang bertanding, tujuh berhasil masuk final. Hanya dua atlet yang terhenti sebelum partai puncak. Ini capaian yang sangat membanggakan untuk sebuah tim debutan,” kata Irfan, Minggu (21/6/2026).
Tujuh atlet yang berhasil melaju ke final yakni Indah Daeng Nurung (60 kg), Ilham (51 kg), Iksan (63 kg), Aerin (54 kg), Ahmad Alimin (67 kg), Alimin (60 kg), dan Rande Syam (75 kg). Sementara dua atlet lainnya, Iskandar (80 kg) dan Sekar (51 kg), harus terhenti di semifinal.
Keberhasilan meloloskan sekitar 77 persen atlet ke partai final dinilai menjadi indikator kuat bahwa proses pembinaan yang dilakukan Pengkab Muay Thai Jeneponto berjalan efektif. Prestasi tersebut juga menunjukkan kualitas atlet yang merata dan tidak hanya bergantung pada satu atau dua nama unggulan.
Irfan menilai status Jeneponto sebagai pendatang baru justru menjadi kekuatan tersendiri. Di tengah dominasi daerah-daerah yang telah lama berkiprah di Muay Thai Sulawesi Selatan, para atlet Jeneponto mampu tampil kompetitif dan menembus persaingan di level provinsi.
“Sebagai debutan, mungkin kami belum terlalu diperhitungkan. Namun hasil ini membuktikan bahwa Jeneponto memiliki potensi besar jika dibina secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan atlet ke depan. Menurutnya, hasil turnamen perdana ini dapat menjadi dasar bagi Pengkab Muay Thai Jeneponto untuk mendapatkan dukungan yang lebih besar, baik dari KONI maupun sponsor.
Selain itu, Irfan juga meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan masyarakat agar pembinaan atlet dapat terus berjalan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi prestasi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi turnamen yang lebih besar di masa mendatang.
“Semoga atlet-atlet kita bisa kembali membawa pulang medali emas dan perak untuk dipersembahkan kepada masyarakat Jeneponto. Ini baru awal, dan kami ingin prestasi ini terus meningkat,” tuturnya.
Penampilan impresif pada turnamen perdana ini menjadi sinyal bahwa Muay Thai Jeneponto mulai muncul sebagai kekuatan baru di Sulawesi Selatan. Debut yang langsung meloloskan tujuh atlet ke final menjadi standar tinggi sekaligus membuka harapan lahirnya lebih banyak prestasi dari arena Muay Thai untuk Butta Turatea. (5353)













