MAKASSAR — Karateka muda asal Sulawesi Selatan, Zahadiah Al Muhammadi, mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas nomor Kata Perorangan Kadet Putri pada ajang The 13th South East Asian Karate Federation (SEAKF) Championship 2026 di Ninh Binh, Vietnam. Gelar juara Asia Tenggara tersebut menjadi pencapaian tertinggi dalam perjalanan atlet binaan Gojukai Bukit Baruga (GBB) Makassar itu.
Keberhasilan Zahadiah bukanlah hasil yang diraih secara instan. Prestasi tersebut lahir dari proses pembinaan berjenjang, latihan yang disiplin, serta pengalaman bertanding di level nasional hingga internasional. Di bawah pembinaan Gojukai Bukit Baruga, Zahadiah terus menunjukkan perkembangan hingga dipercaya memperkuat Indonesia di kejuaraan Asia Tenggara.
Karateka muda ini mengawali perjalanan prestasinya dari dojo Gojukai Bukit Baruga yang didirikan Ir. H.M. Pulu Niode pada tahun 1997. Saat ini, pembinaan di GBB dipimpin Sensei Ismail Alrip, SH, MKn sebagai Kepala Pelatih, sementara program atlet prestasi ditangani Sensei Aswar, SPd. Sistem latihan yang berkesinambungan menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Sulawesi Selatan.
Sebelum menjuarai SEAKF 2026, Zahadiah lebih dulu mencuri perhatian pada The 8th Karate-Do Goju-Kai Global Championships Japan 2025 di Chiba, Jepang. Dalam kejuaraan dunia tersebut, ia sukses membawa pulang dua medali emas, masing-masing dari nomor Kata Beregu Putri 9–13 Tahun dan Kata Bunkai Kumite Putri Cadet, serta satu medali perak pada Kata Perorangan Putri 12/13 Tahun.
Memasuki tahun 2026, performa Zahadiah terus meningkat. Ia berhasil merebut medali emas pada Kejuaraan Daerah Karate Sulawesi Selatan, kemudian kembali menjadi juara pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV di Bandung. Hasil tersebut mengantarkannya masuk tim Indonesia untuk tampil di SEAKF Championship 2026.

Di Vietnam, Zahadiah mampu tampil konsisten menghadapi karateka terbaik dari negara-negara Asia Tenggara. Penampilan impresifnya di nomor Kata Perorangan Kadet Putri mengantarkan atlet asal Makassar itu berdiri di podium tertinggi sekaligus mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.
Perjalanan Zahadiah juga mendapat dukungan dari ekosistem pembinaan Karate-Do Gojukai Indonesia. Pembinaan nasional berada di bawah Presiden IKGA Indonesia, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH, MH, sementara di Sulawesi Selatan ia berkembang dalam pembinaan Gojukai Komda Sulsel yang dipimpin Ketua Dewan Guru, Prof. Dr. Musakkir, SH, MH.
Di balik kesuksesan tersebut, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama. Zahadiah merupakan putri Akmaluddin Malca Sanre, SSi dan Yuniar Rhamdiyani, SPi. Keduanya terus mendampingi perjalanan sang putri sejak berlatih di dojo hingga tampil pada berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Mereka berharap Zahadiah tetap rendah hati, terus berlatih, serta mampu meraih prestasi yang lebih tinggi.
Gelar juara Asia Tenggara menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan prestasi internasional. Keberhasilan Zahadiah juga diharapkan menjadi motivasi bagi karateka muda lainnya di Sulawesi Selatan untuk terus berlatih dan berani bersaing di level dunia.
Setelah menaklukkan Asia Tenggara, Zahadiah kini membidik tantangan berikutnya di AKF Cadet, Junior & U21 Karate Championship. Dengan modal prestasi di Jepang, gelar juara nasional, hingga medali emas SEAKF 2026, karateka muda asal Makassar itu membuka harapan baru bagi Indonesia untuk kembali berbicara di panggung karate Asia. (Cr/Ag4ys)













