PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 MiliarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 Miliar
Opini

Sampai Kapan Dunia Abai Pada Gaza?

760
×

Sampai Kapan Dunia Abai Pada Gaza?

Sebarkan artikel ini
Sampai Kapan Dunia Abai Pada Gaza?
Fitri Suryani, S.Pd (Freelance Writer)

OPINI—Pasukan Israel mengubah “zona kemanusiaan aman” di Jalur Gaza menjadi tumpukan puing-puing dan abu, menyisakan hanya 9,5 persen wilayah yang disebut “zona aman” bagi warga sipil yang mengungsi, kata Pertahanan Sipil Palestina di Gaza.

Berkurangnya zona aman yang terus berlangsung itu memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, karena warga sipil memiliki tempat yang lebih kecil untuk melarikan diri dari aksi kekerasan.

Selain itu, sekitar 60 persen obat-obatan esensial dan 83 persen pasokan medis di Gaza yang terkepung telah habis akibat perang yang terus berkecamuk serta kontrol dan penutupan perbatasan oleh Israel, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Dikatakan juga bahwa rumah sakit dan pusat kesehatan menghadapi kekurangan obat-obatan dan pasokan medis yang sangat akut. Kehabisan sumber daya ini bisa mengakibatkan penghentian total layanan medis kritis, termasuk perawatan darurat, operasi, perawatan intensif, dialisis, layanan kesehatan primer, dan layanan kesehatan mental (Antaranews, 25-08-2024).

Serangan yang dialami rakyat Palestina jelas telah diketahui oleh dunia. Apalagi serangan yang mereka dapatkan bukanlah sekali dua kali saja, tetapi telah sering kali. Baik itu terjadi sejak bulan Oktober 2023 ataupun di tahun-tahun sebelumnya.

Jelas sangat miris, penduduk negeri Palestina nampak tak lepas dari derita dan air mata dari tahun ke tahun. Seolah tak ada kedamaian yang mereka dapatkan dalam menjalani kehidupan normal manusia pada umumnya.

Pun negeri lain bukan tak membantu persoalan negeri tersebut, tapi bantuannya tak mampu membantu persoalan utama yang mereka hadapi. Bagaimana tidak, karena bantuan yang mereka dapatkan berupa makanan dan obat-obatan, walaupun hal itu dibutuhkan pula.

Padahal derita yang mereka alami berupa serangan fisik. Jadi jika serangan fisik yang didapat rakyat Palestina, lalu negeri lain membantu berupa sandang dan pangan, apakah hal itu mampu membantu menyelesaikan masalah mereka yang senantiasa diserang oleh kaum zionis?

Di samping itu, di manakah para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini senantiasa berkoar-koar dalam menyuarakan HAM, jika ada yang mendapatkan perlakuan diskriminasi atau ketidakadilan? Apakah hal itu tak berlaku bagi rakyat Palestina? Entahlah akan bertanya ke mana lagi.

Tak ketinggalan di mana peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama ini? Bukankah tujuan utama PBB di antaranya adalah menjaga perdamaian dan keamanan dunia dan menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata. Sayangnya, itu tak berlaku untuk penduduk negeri Palestina.

Jika sudah seperti itu, ke manakah rakyat Palestina akan meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah mereka? Apalagi permasalahan yang selama ini mereka dapatkan telah terjadi secara berulang-ulang, tanpa tahu kapan akan berakhir penderitaan yang mereka alami. Sungguh sangat menyedihkan.

Lebih dari itu, inilah efek dari penerapan ideologi kapitalisme yang telah membunuh jutaan jiwa di seluruh dunia dengan berbagai cara, apalagi di negeri-negeri kaum muslim. Pun menjadi bukti sistem dunia saat ini merupakan sistem yang jahat.

Bagaimana tidak, jangankan negara-negera di dunia yang bukan islam, negeri-negeri muslim saja seakan tak peduli bahkan masih menjalin kerja sama dan lebih mirisnya menjadi antek musuh islam.

Padahal dalam islam, umat islam digambarkan bagaikan satu tubuh. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw., “Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis tersebut mengajarkan bahwa kaum mukmin seharusnya secara otomatis mampu merasakan penderitaan dan kesulitan yang dialami saudaranya yang lain. Sambil ia berusaha agar penderitaan dan kesulitan saudaranya itu berkurang hingga hilang semuanya.

Lalu bagaimana dengan kondisi kaum muslim saat ini, apakah telah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw.? Jika melihat penderitaan demi penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina, nampaknya usaha yang dilakukan umat muslim di negeri lain belum begitu berarti. Karena bantuan yang diberikan bukan untuk menghilangkan serangan yang mereka alami, tapi lebih pada bantuan pengobatan, makanan dan yang menujunag kehidupan mereka.

Dari itu, sudah seharusnya kaum muslim bersatu untuk berusaha membantu saudara mereka. Terutama mengirimkan tentara kaum muslim dalam membantu perjuangan mereka. Hal itu pun didukung oleh pemimpin yang merupakan perisai.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Sesungguhnya imam (pemimpin) adalah perisai, orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR. Muslim). Hal itu tentu hanya mampu direalisasikan, jika aturan Allah Swt. dapat diterapkan dalam seluruh kehidupan dan dalam naungan sistem islam.

Dengan demikian, begitu sulit menghilangkan penderitaan rakyat Palestina, jika sistem yang ada jauh dari harapan umat. Dari itu sudah saatnya kaum muslim kembali pada sistem yang bertumpu pada aturan Allah Swt. yang diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga mampu menciptakan kedamaian dunia. Wallahu a’lam. (*)

 

Penulis: Fitri Suryani, S.Pd (Freelance Writer)

 

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com