PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tampil di Forum AAPO Bangkok, Deng Ical Tekankan Pentingnya Keterbukaan Parlemen • Bupati Jeneponto Paris Yasir Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Inovasi dan Keterbukaan terhadap Kritik • Sarmuji Rayu Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Bergabung dengan Golkar • Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 di Abdidaya 2026 • Wamenaker Minta JARNAS.INDO Aktif Awasi Kebijakan Pemerintah • Bencana Belum Usai, Dana Telah Dikorupsi • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tampil di Forum AAPO Bangkok, Deng Ical Tekankan Pentingnya Keterbukaan Parlemen • Bupati Jeneponto Paris Yasir Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Inovasi dan Keterbukaan terhadap Kritik • Sarmuji Rayu Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Bergabung dengan Golkar • Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 di Abdidaya 2026 • Wamenaker Minta JARNAS.INDO Aktif Awasi Kebijakan Pemerintah • Bencana Belum Usai, Dana Telah Dikorupsi •
Makassar

Sekwan Makassar Dorong Transparansi Aset, 49 Kendaraan Dinas Dikembalikan ke Pemkot

1128
×

Sekwan Makassar Dorong Transparansi Aset, 49 Kendaraan Dinas Dikembalikan ke Pemkot

Sebarkan artikel ini
Plt Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba
Plt Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba menghadiri rapat tindak lanjut penertiban kendaraan dinas Sekretariat DPRD bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Nauli Rahim Siregar, di Balai Kota Makassar, Jumat (25/7/2025).

MAKASSAR—Plt Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba menegaskan komitmennya memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset di lingkup DPRD.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat tindak lanjut penertiban kendaraan dinas Sekretariat DPRD bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Nauli Rahim Siregar, di Balai Kota Makassar, Jumat (25/7/2025).

Menurut Rahmat, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola aset yang selama ini dinilai kurang tertib.

“Kami di Sekretariat DPRD berkomitmen memastikan seluruh kendaraan dinas tercatat dengan akurat. Penertiban ini adalah langkah awal pembenahan secara menyeluruh,” tegasnya.

Dari hasil penelusuran, sebanyak 49 unit kendaraan dari total 51 unit tercatat berhasil ditemukan dan sebagian besar telah dikembalikan ke Pemerintah Kota Makassar. Penelusuran dilakukan melalui kolaborasi Jaksa Pengacara Negara (JPN), Sekretariat DPRD, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Rinciannya, 19 unit diserahkan kembali ke Bagian Umum Sekretariat Daerah untuk digunakan DPRD sebagai kendaraan operasional dan jabatan resmi, 9 unit dalam kondisi rusak berat, 2 unit diusulkan dilelang, dan 1 unit tengah dalam proses Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Sementara 1 unit lainnya masih dalam penelusuran.

Kajari Makassar, Nauli Rahim Siregar, menyebut pengembalian kendaraan ini sebagai tonggak penting pemulihan aset daerah. “Dari 51 unit, 49 berhasil kami temukan secara fisik. Proses ini adalah wujud keseriusan bersama membangun tata kelola aset yang transparan,” ujarnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan penertiban aset bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah.

“Ini adalah starting over untuk pemerintahan yang bersih. Aset milik rakyat harus kembali ke rakyat,” tegasnya.

Andi Rahmat menambahkan, sinergi antara DPRD, Pemkot, dan Kejari Makassar diharapkan menjadi kontrol kuat agar tata kelola aset ke depan lebih profesional.

“Kami memastikan, pengelolaan aset di DPRD berjalan transparan, tertelusur, dan akuntabel,” pungkasnya. (Ag4ys/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com