SINJAI—Setelah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan dan hanya mengandalkan lampu minyak, warga Kampung Menra di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, akhirnya bisa menikmati listrik PLN yang menyala 24 jam penuh. Terletak di pegunungan Desa Arabika, akses ke kampung ini membutuhkan perjalanan darat selama empat jam dari Kota Makassar, dengan medan yang menantang dan terjal.
Kampung kecil dengan 28 Kepala Keluarga itu sebelumnya hanya mendapatkan penerangan dari lampu pelita dan sebagian bahkan menyambung listrik dari dusun tetangga dengan biaya Rp100 ribu per bulan. Kini, berkat kerja keras PT PLN (Persero), terang listrik benar-benar hadir di Menra, membawa harapan dan perubahan nyata.
“Terima kasih PLN karena sudah melistriki desa kami. Dulu anak saya diejek karena mukanya hitam akibat lampu pelita. Sekarang tidak lagi,” ujar Nur (32), warga Kampung Menra, dengan haru. Ia menambahkan, sejak ada listrik, kegiatan malam hari jauh lebih aman dan nyaman.
Ani (32), warga lainnya, mengaku kini cukup membayar Rp20 ribu per bulan untuk listrik. “Dulu saya harus bayar lima kali lipat ke warga kampung sebelah. Sekarang kami bisa beribadah, belajar, dan isi daya peralatan tanpa harus berjalan tiga kilometer,” ungkapnya.
Peresmian listrik Kampung Menra dilakukan pada Senin (2/6/2025) dan dihadiri Bupati Sinjai, Ratnawati Arif. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada PLN atas sinergi dalam membangun desa.
“Terima kasih atas kolaborasi yang indah ini. PLN hadir bukan hanya memberi terang, tapi juga menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Anggota DPR RI Komisi VI, Ismail Bachtiar. Menurutnya, hadirnya listrik 24 jam adalah hasil sinergi pemerintah, PLN, dan masyarakat. “Ini bukan sekadar penerangan, tapi pembuka jalan bagi kemajuan sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan,” ujarnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri. “Jalanan berbatu, longsor, dan akses terbatas bukan penghalang bagi kami. Ini adalah bentuk komitmen PLN dalam pemerataan energi hingga pelosok negeri,” tegasnya.
Ia merinci pembangunan infrastruktur yang dilakukan PLN di Kampung Menra, antara lain Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,55 kilometer dan satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Hingga Mei 2025, rasio elektrifikasi di Sulsel telah mencapai 99,99%.
Selain meresmikan listrik 24 jam, PLN melalui Yayasan Baitul Maal juga menyerahkan 30 paket sembako dan timer adzan masjid sebagai bentuk kontribusi sosial.
“Listrik bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Kami berharap keberadaan listrik ini mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberi masa depan lebih baik untuk anak-anak Kampung Menra,” tutup Edyansyah. (70n/Ag4ys/4dv)














