SINJAI—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 113 mengenalkan inovasi pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot kepada masyarakat Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga pemasangan papan informasi edukatif.
Sosialisasi yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat telah dilaksanakan pada Selasa, 14 Januari 2025, di Aula Kantor Desa Pulau Harapan. Penanggung Jawab program, Rista Hadiyanti, menjelaskan bahwa budidaya maggot merupakan solusi ramah lingkungan dan ekonomis dalam menangani limbah organik.
“Program ini dirancang untuk memberikan solusi praktis dan edukatif bagi masyarakat. Pengelolaan limbah dengan maggot tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian warga,” ungkap Rista.
Dalam sosialisasi tersebut, Rista juga memberikan contoh praktik langsung budidaya maggot, mulai dari proses telur hingga fase larva. Demonstrasi ini memberikan gambaran visual kepada masyarakat tentang efektivitas maggot dalam mengurai limbah organik. Masyarakat pun antusias menyimak penjelasan dan demonstrasi tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, pada Minggu (26/1/2025), mahasiswa KKN-T memasang papan informasi edukatif di beberapa titik strategis di desa.
Papan informasi tersebut memuat penjelasan detail tentang limbah organik, langkah-langkah budidaya maggot, serta manfaatnya bagi lingkungan dan perekonomian. Dengan adanya papan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat terus mengakses informasi penting terkait budidaya maggot.
Dosen Pembimbing KKN, Abdul Azis, STP., M.Si., mengapresiasi program ini dan melihatnya sebagai wujud pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat.
“Program ini mencerminkan peran aktif mahasiswa KKN dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap program ini membawa manfaat besar dan menjadi langkah awal menuju pembangunan desa yang berkelanjutan,” tutur Abdul Azis.
Program ini, kata dia, diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Pulau Harapan menerapkan metode budidaya maggot secara mandiri, sehingga pengelolaan limbah organik di desa tersebut menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta mendukung kelestarian lingkungan. (Cj/Ag4ys)













