MAKASSAR—Siswi Kelas XI SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta atas nama Arwa Izdihar Ahmad terpilih untuk mengikuti Program American Field Service (AFS) ke Turki bersama Bina Antarbudaya selama 3 bulan di Turki.
Humas SMA Muhi Yogyakarta, Yusron Ardi Darmawan, kepada mediasulsel.com, Selasa (1/8/2023) menjelaskan, bahwa Bina Antarbudaya adalah organisasi nirlaba yang merupakan mitra dari AFS Intercultural Programs, Inc. yang bertanggung jawab dalam melaksanakan program-program pertukaran pelajar seperti AFS dan YES.
Rencananya Arwa bersama 39 orang siswa siswi lainnya yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia akan diberangkatkan ke Turki 7 September 2023 dan baru akan kembali ke Tanah Air 26 November 2023.
Arwa sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi awal sejak Agustus 2022 berupa seleksi administrasi, menulis motivasi mengikuti program AFS dan menjawab soal esai.
Setelah lolos tahap awal menurut Yusron Arwa kemudian harus upload lima dokumen yaitu surat izin orang tua, surat izin sekolah dan dokumen surat rekomendasi serta beberapa dokumen pendukung lainnya.
Salah satu dokomen prestasi Arwa yang menonjol adalah puisi Arwa pernah masuk sebagai salah satu puisi terbaik versi Ukiyo Store Indonesia tahun 2022. Tahapan seleksi terakhir adalah seleksi wawancara dan seleksi dinamika kelompok Siswa.
Dalam seleksi wawancara dibutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Arwa yang sejak kelas X telah mendapatkan fasilitas pembelajaran bahasa Inggris bersama Teachcast With Oxford tidak menemukan kesulitan sedikitpun dalam penggunaan bahasa global tersebut.
Menanggapi prestasi yang diraih siswinya, Kepala Sekolah SMA Muhi Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd mengatakan, bahwa keberhasilan ini merupakan prestasi internasional kedua yang diraih SMA Muhi di tahun 2023. Sebelumnya 2 peserta didik juga lolos mengikuti student exchange ke City College Plymouth, United Kingdom selama 6 bulan.
Selain itu Hery mengaku pihaknya senantiasa berkomitmen menjawab tantangan zaman dengan membekali peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan menghadapi era industri 4.0. Menurutnya kegiatan ini juga merupakan implementasi program Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah.
“Internasionalisasi gerakan Muhammadiyah adalah proyek besar yang bertujuan bukan hanya memperkenalkan tapi juga menempatkan dan menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari umat islam yang tak terpisahkan di level global. Internasionalisasi gerakan Muhammadiyah harus dibarengi dengan gerakan internasionalisasi paham pemikiran Muhammadiyah,” pungkas Herynugroho. (AG4YS)









