Sampai saat ini pemerintah hanya melakukan pendekatan operasi keamanan yang kemudian beralih menjadi operasi kesejahteraan.
Namun hasilnya nihil. Penembakan oleh KKB terus berlanjut di beberapa wilayah Papua. Pihak PBB yang mewakili badan Internasional juga tidak bisa berbuat banyak.
Menurut pengakuan Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Esegem, menyatakan sulit menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak konflik.
“Saya sudah cek di Yahukimo, akses itu dibatasi aparat. Akhirnya bantuan pengungsi tidak bisa masuk, termasuk di Pegunungan Bintang, pesawat dihalang. Pembela HAM tidak bisa masuk,” kata Theo kepada BBC News Indonesia, Kamis (3/3).
Kemana rakyat Papua bisa mencari solusi? Pemerintah dan badan Internasional sendiri pun tak bisa memberikan solusi atas problematika ini.
Polemik antara warga sipil, penguasa, dan tentara terus merenggang tanpa kesepakatan yang jelas. Untuk itu, sangat dibutuhkan solusi tepat agar konflik yang telah bertahun-tahun segera terselesaikan.
Aksi Operasi Militer Papua Merdeka merupakan reaksi nyata warga papua untuk bebas dari penjajahan. Jika ditelusuri dari catatan historinya papua adalah provinsi terakhir yang bergabung dengan Negara Indonesia.

















