Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Solusi Tuntas Akhiri Konflik Papua

4508
×

Solusi Tuntas Akhiri Konflik Papua

Sebarkan artikel ini
Solusi Tuntas Akhiri Konflik Papua
Rahmi Lubis (Aktivis Pendidik Generasi Islam)

Sekulerisme menjadi pijakan dasar bagi kehidupan semua bangsa saat ini termasuk Indonesia. Memisahkan agama dari kehidupan sosial, ekonomi, politik, hukum dan aspek lainnya membuat manusia hidup atas landasan hawa nafsu.

Kepentingan pribadi menjadi tujuan utama daripada kepentingan orang lain. Inilah yang memunculkan sistem ekonomi kapitalisme hadir pada semua bangsa.

Pertambangan emas dan perak yang terbentang dari dataran rendah sampai dataran tinggi kabupaten Mimika telah dikuasai oleh pihak asing sampai puluhan tahun.

Indonesia sebagai Negara yang mempunyai tambang tersebut hanya mendapat keuntungan di bawah 50% sedangkan sisanya untuk investor asing sebagai pengelola utama. Asas manfaat untung-rugi, untung untuk pengusaha asing dan penguasa dan rugi bagi warga pribumi.

Dikutip dari laman Liputan6.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memproyeksikan puncak pendapatan finansial PT Freeport Indonesia akan terjadi pada 2021 dengan nilai USD 9,121 miliar atau setara Rp 133,2 triliun.

Angka yang cukup fantatis ketika dana yang diperoleh tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan meningkatkan taraf kesejahteraan bagi warga Papua. Namun itu semua hanya impian belaka bagi warga pribumi Papua.

Solusi Tuntas Papua

Islam mempunyai aturan dalam mengelola sumber daya alam. Negara bertugas sebagai pengelola sumber daya alam seutuhnya dan tidak boleh ada campur tangan pihak asing apalagi diserahkan sepenuhnya kepada segelintir pengusaha elite jelas hal itu diharamkan.

error: Content is protected !!