Sudah 1016 Jenazah Korban Covid-19 Dimakamkan di Pekuburan Macanda
Semenjak ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai kawasan pemakaman khusus korban Covid 19 pada 2 April 2020, pekuburan milik Pemprov Sulsel di Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Sumba Opu, Kabupaten Gowa hingga 30 Juni 2021 telah mencapai 1016 jenazah yang dimakamkan di tempat tersebut.

SUNGGUMINASA—Semenjak ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai kawasan pemakaman khusus korban Covid 19 pada 2 April 2020, pekuburan milik Pemprov Sulsel di Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Sumba Opu, Kabupaten Gowa hingga 30 Juni 2021 telah mencapai 1016 jenazah yang dimakamkan di tempat tersebut.

Sesuai rilis Polres Gowa jumlah tersebut terdiri dari jenazah laki-laki sebanyak 612 orang, sedangkan perempuan sebanyak 404 jenazah. Adapun jenazah ke 1016 yang dimakamkan merupakan warga kota Makassar yang sebelumnya di rawat dan meninggal di RSUP Dr, Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Dengan bertambahnya jenazah yang diduga karena Covid 19 tersebut, dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gowa dan Warga Sulsel untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hasil koordinasi Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan, dengan Kabid Pengendalian, Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Gaffar yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pada Rabu malam (30/6/2021) menjelaskan, bahwa Kabupaten Gowa saat ini Zona Orange.

Olehnya itu menurut dr. Gafar karena kondisi yang sudah seperti ini, masyarakat diimbau agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita bersama sama jaga diri, jaga keluarga dan jaga orang di sekitar kita dari ancaman Covid-19 ini dan jangan lupa ikuti vaksinasi,” ungkap dr. Gaffar menyampaikan pesan kemanusiaan via seluler nya.

Sementara itu, AKP M Tambunan terkait bertambahnya jenazah di pekuburan Macanda mengatakan, kepolisian tidak akan tinggal diam dan sebagai pejuang kemanusiaan, pihaknya akan terus berusaha membangun kesadaran masyarakat agar meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kami tidak ingin warga Gowa menjadi korban dari keganasan Covid-19 yang saat ini semakin meluas,” pungkas AKP M. Tambunan. (*/70n)