PANGKEP, — Arus lalu lintas yang menghubungkan Makassar – Parepare di Kecamatan Bungoro, macet parah akibat banjir menggenangi badan jalan trans sulawesi Ketinggian air mencapai 60-70 cm.
Akibatnya luapan air Sungai tersebut jalan poros Pangkep – Parepare tergenangi air dan membuat jalur transportasi tetputus. Namun, untuk arah sebaliknya kendaraan masih bisa melaju meskipun merambat.
Salah seorang warga pangkep, Rusdin mengatakan, banjir yang mengakibatkan kemacetan tersebut, seperti banjir lima tahun lalu, banjir yang terjadi di Pangkep kali ini lebih besar jika dibandingkan tahun kemarin, Risal mengatakan, hingga Selasa (22/01/2019) sore ini belum ada tanda-tanda air akan surut. Sedangkan antrean kendaraan di kemacetan diperkirakan sudah lebih dari 5 Km.
“Sejak banjir menggenang jalan poros, lalu lintas menjadi macet,” katanya.
Banjir yang terjadi di Pangkep tak hanya menggenang di jalan poros trans sulawesi saja, sejumlah jalan di wilayah pangkep yang merupakan jalan-jalan alternatif juga terendam banjir. Bahkan, karena tingginya air yang menggenangi jalan-jalan ini, sejumlah jalan di wilayah Pangkajene terpaksa ditutup.
“Terpaksa ditutup karena lalu lalang kendaraan membuat air masuk rumah warga,” tuturnya.
Penutupan ini menurut Rusdin , sudah berlangsung sejak banjir terjadi, yakni siang tadi. Namun, penutupan hanya dilakukan terhadap kendaraan roda 4, karena sepeda motor masih diperkenankan masuk oleh warga.
“Kalau menggunakan sepeda motor masih diperbolehkan, tapi kalau mobil masih tidak boleh karena banjir masih menggenang,” pungkasnya. [SHR]







