PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Gowa

Tetap Panen di Tengah Kekeringan Akibat El Nino, Pj Gubernur Sulsel Puji Petani Bajeng

1134
×

Tetap Panen di Tengah Kekeringan Akibat El Nino, Pj Gubernur Sulsel Puji Petani Bajeng

Sebarkan artikel ini
Tetap Panen di Tengah Kekeringan Akibat El Nino, Pj Gubernur Sulsel Puji Petani Bajeng
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin bersama Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Abdul Karim Dania dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel maupun Kabupaten Gowa, Sabtu (21/10/2023).

GOWA—Gerakan Percepatan Tanam (Gertam) sebagai antisipasi Iklim El-Nino yang dilaksanakan di Kabupaten Gowa mulai memasuki masa panen, khususnya di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng seluas 250 hektar sawah.

Panen raya ini dilakukan langsung Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin bersama Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Abdul Karim Dania dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel maupun Kabupaten Gowa, Sabtu (21/10/2023).

Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengungkapkan terimakasihnya kepada seluruh petani di Kabupaten Gowa. Menurutnya jika daerah lain kesusahan akibat kekeringan, namun petani di Bajeng justru bisa tetap panen raya.

“Alhamdulillah hari ini sukses panen. Atas nama pemerintah provinsi, saya mengucapkan terima kasih atas kerja luar biasa petani kita. Ini perlu disuport karena meskipun daerah lain kekeringan, tapi petani Bajeng justru bisa tetap panen raya. Karena itu, petani harus disupport dengan ketersediaan pupuk, air, penjualan, dan menjaga tanaman dari serangan hama,” ungkapnya.

Sementara Pj Sekda Gowa, Abdul Karim Dania mengatakan program ini ada berkat kolaborasi seluruh pihak, khususnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi sehingga hari ini bisa dilakukan panen raya.

“Tentu kami berterimakasih kepada pemerintah provinsi karena telah mensuport dengan memberikan bantuan bibit inbrida kepada masyarakat kami. Semoga ke depan terus memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk mendukung peningkatan produksi padi di Gowa,” katanya.

Lebih lanjut, Abdul Karim Dania menyampaikan, luas baku sawah di Gowa mencapai 32.903 hektar, dengan indeks pertanaman IP200 dan IP300. Dimana khusus Kecamatan Bajeng memiliki luas baku sawah 3.004 hektar dengan indeks pertanaman IP300.

“Produksi padi dan tanaman pangan lainnya dapat meningkat signifikan jika kolaborasi antara penyuluh dan petani berjalan maksimal, sehingga mari kita selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin mengatakan Gertam ini dilakukan sebagai upaya dalam mengatasi kekeringan, pasalnya dalam program yang merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten ini memberikan bantuan bibit unggul yang masa panennya hanya berkisar 70-75 hari.

“Hari ini kita mulai panen bersama Pj Gubernur terkait percepatan tanam menghadapi El nino. Jadi pemerintah Kabupaten Gowa melakukan berbagai upaya dalam mengatasi El nino, selain Gertam ini, kita juga mengadakan sumur bor, dan pompanisasi,” ungkapmya.

Fajaruddin mengaku, selain di Kecamatan Bajeng, Gertam ini juga dilakukan di beberapa kecamatan yang memiliki kondisi tanah yang subur dan memiliki potensi air yang banyak seoerti Kecamatan Bajeng Barat, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Barombong, Pattallassang dan Bontomarannu.

“Gertam ini memang baru pertama dilakukan dan hampir seluruh kecamatan dataran rendah. Namun bukan hanya bibitnya tapi juga butuh perlakuan khusus agar bisa tumbuh dengan baik sesuai target yang ada. Insyaallah November nanti hampir semua kecamatan kita lakukan panen,” pungkasnya. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com