MAKASSAR—Banyaknya truk berukuran besar yang bebas beroperasi di jalan-jalan utama atau jalan protokol, maupun jalan di wilayah Maminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa Gowa dan Takalar) pada siang hari, membuat resah masyarakat khususnya pengguna jalan karena sangat membahayakan dan terkadang menjadi salah satu sumber kemacetan.
Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Sulsel, Muhammad Arafah mengaku, persoalan jam operasional truk sudah lama menjadi perhatian atau atensi pemerintah provinsi sulsel karena memang saat ini sudah mulai ramai.
“Mamminasata utamanya ini, karena memang banyak sudah mulai beroperasi jadi sekarang kita komunikasikan semoga dalam waktu dekat bisa dilakukan penindakan,” ucap Arafah melalui sambungan telepon, Selasa (7/3/2023).
Ia menegaskan dalam waktu dekat rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota dan pihak terkait lainnya, untuk memastikan kembali soal aturan pembatasan jam operasional truk.
“Dalam waktu dekat kita memang akan melakukan rapat koordinasi untuk memastikan kembali jam operasional truk. Kita akan coba bahas lewat forum nanti. Kita cari waktu yang tepat dulu dalam waktu dekat ini,” tegasnya.
Arafah menambahkan Peraturan Wali kota (Perwali) Makassar dan Peraturan Kabupaten (Perkab) Gowa harus di bicarakan ulang karena memang beda jam operasionalnya.
“Perlu rapat konsolidasi ulang lagi utamanya wilayah maminasata karena perwali dan perkab beda ini kita mau komunikasikan untuk seragam, harus seragam setelah rapat minggu ini siapa melakukan apa karena begitu-begitu harua jelas penganggaran dan personilnya, makanya kita fokus,” tutup Arafah. (*)













