Trump Resmi Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

 

WASHINGTON, D.C. — “Hari ini akhirnya kami mengakui hal yang sudah jelas. Yerusalem adalah ibukota Israel. Pengakuan ini merupakan kenyataan. Ini sesuatu yang tepat dilakukan. Ini sesuatu yang harus dilakukan.”

Demikian kutipan pernyataan Presiden Donald Trump di Gedung Putih Rabu siang (6/12) ketika secara resmi mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dalam pidatonya sepanjang 10 menit.

Lebih jauh Trump memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk segera bersiap memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Itulah sebabnya sesuai UU Kedutaan AS di Yerusalem, saya memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk mulai bersiap memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini akan segera memulai proses mempekerjakan arsitek, pakar teknik dan perencana sehingga kedutaan besar yang baru, ketika selesai nanti, akan menjadi penghormatan yang luar biasa atas perdamaian.”

PM Israel Sambut Baik Pengumuman Trump

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik pengumuman ini dan berulangkali mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump.

“Presiden Trump, terima kasih atas keputusan bersejarah hari ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Rakyat Yahudi dan negara Yahudi ini akan senantiasa berterima kasih,” ucap Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, pernyataan sebaliknya justru disampaikan sejumlah pemimpin negara Arab yang sudah sejak awal mengkritisi rencana pengakuan ini.

Raja Yordania Abdullah, yang sekaligus menjadi penanggungjawab situs suci warga Muslim di Yerusalem, sebelumnya mengatakan “tidak ada alternatif bagi solusi dua negara dan Yerusalem adalah kunci bagi perjanjian perdamaian apapun.

Ditambahkannya bahwa ia telah “menekankan kembali keprihatinannya” tentang kebijakan itu kepada Presiden Trump. [voa/4ld]

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register