PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Peristiwa

Tsunami Minor Dampak Gempa Rusia Terjang 13 Wilayah di Indonesia

1335
×

Tsunami Minor Dampak Gempa Rusia Terjang 13 Wilayah di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tsunami Minor Dampak Gempa Rusia Terjang 13 Wilayah di Indonesia
Foto: BMKG

JAKARTA—Gempa dahsyat bermagnitudo 8,8 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7/2025), memicu tsunami minor di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Rabu sore, gelombang tsunami dengan ketinggian kurang dari 0,5 meter telah terdeteksi di 13 titik pantai Indonesia, terutama kawasan timur.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hasil analisis menyebut gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Meski berstatus waspada, beberapa wilayah mengalami kenaikan muka air laut akibat tsunami minor.

“Status waspada artinya ketinggian tsunami terpantau kurang dari 0,5 meter, namun tetap harus diwaspadai karena berpotensi membahayakan aktivitas di sekitar pesisir,” ujar Daryono dalam keterangannya.

Gelombang tsunami tercatat mulai terjadi sejak pukul 14.14 WIB di Jayapura DOK II dengan ketinggian 0,3 meter. Beberapa menit kemudian, gelombang mencapai Pelabuhan Tapaleo di Halmahera Tengah (0,1 meter), Sarmi (0,5 meter), Sorong (0,2 meter), hingga Depapre di Jayapura (0,3 meter).

Pantauan BMKG juga menunjukkan aktivitas tsunami minor di Sausapor Papua Barat (0,3 meter), Pelabuhan Beo Talaud (0,06 meter), Pelabuhan Daeo Majiko Morotai (0,08 meter), Manokwari (0,15 meter), Gebe di Maluku Utara (0,11 meter), Bitung (0,21 meter), Manado (0,08 meter), serta Likupang di Sulawesi Utara (0,14 meter).

Meski gelombangnya terbilang kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap siaga dan menjauhi garis pantai untuk sementara waktu. Daryono juga menambahkan, pemantauan terus dilakukan, meski sejauh ini alat pendeteksi tsunami di wilayah Gorontalo belum mencatat adanya aktivitas gelombang.

BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dini karena gempa besar lintas kawasan seperti ini tetap berisiko menimbulkan dampak sekunder bagi Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com