MAKASSAR—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan sejumlah program prioritas yang akan segera dijalankan pemerintahannya usai serah terima jabatan (Sertijab) dari Moh Ramdhan Pomanto.
Dalam Rapat Paripurna di DPRD Kota Makassar, Senin (3/3/2025), Munafri menegaskan bahwa langkah awal pemerintahannya akan fokus pada efisiensi anggaran, perencanaan pembangunan jangka menengah, serta penyusunan program tahunan yang selaras dengan kebijakan nasional.
Ia mengungkapkan bahwa kebijakan pengelolaan keuangan daerah menjadi prioritas utama. Penyesuaian dan pergeseran alokasi APBD 2025 akan dilakukan agar belanja daerah lebih efektif, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang efisiensi belanja daerah.
Selain itu, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan dan APBD Perubahan 2025 juga akan mengakomodasi program prioritas nasional melalui Asta Cita dan Program Unggulan MULIA.
Agenda kedua yang disoroti adalah penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Dokumen ini akan menjadi panduan pembangunan Kota Makassar selama lima tahun ke depan, sekaligus mengintegrasikan visi, misi, dan janji politik yang telah diusung.
Sementara itu, agenda ketiga adalah penyusunan RKPD 2026. Dokumen ini akan merinci kebijakan dan prioritas pembangunan tahun kedua pemerintahan Munafri, memastikan kesinambungan program serta sinkronisasi dengan pembangunan nasional.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain tiga agenda utama itu, Munafri juga menyoroti tujuh arah kebijakan strategis, termasuk transformasi sosial dan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang efektif, stabilitas ekonomi daerah, serta pembangunan berbasis ekologi dan keberlanjutan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program-program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.
“Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar pemerintahan MULIA dapat menjalankan program-programnya dengan optimal dan membawa Makassar menjadi kota yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya. (*/4dv)













