Wakili Kadishub di Rakortek, Kabid Lalin sebut Kemenhub target 2023 zero Odol
Kepala Bidang Lalu Lintas Abdul Azis Bennu menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) pengujian kendaraan bermotor wilayah Sulsel dan Sulbar yang dilaksanakan Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah XIX di hotel Dalton, Rabu (30/6/2021).

MAKASSAR—Mewakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Kepala Bidang Lalu Lintas Abdul Azis Bennu menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) pengujian kendaraan bermotor wilayah Sulsel dan Sulbar yang dilaksanakan Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah XIX di hotel Dalton, Rabu (30/6/2021).

Kepala Bidang Lalu Lintas Abdul Azis Bennu pada pertemuan itu menjadi pemateri mewakili Kadishub Sulsel dengan tema “Peran Penguji Kendaraan Bermotor dalam Menekan Over Dimensi dan Over Loading (odol) Kendaraan Bermotor dijalan”.

“Kita bahas masalah pengujian kendaraan dan odol kendaraan bermotor dijalan yang regulasinya sangat jelas yaitu surat edaran no 21 tahun 2019 tentang pengawasan terhadap mobil barang atas pelanggaran muatan lebih dan ukuran lebih atau over demensi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan Kementrian Perhubungan menargetkan tahun 2023 sudah zero odol dengan melakukan sosialisasi dan berbagai langkah lainnya.

“Kita bagaimana menekan odol dengan memaksimalkan uji berkala kendaraan bermotor dengan tujuan memberikan keselamatan terhadap pengguna jalan, mendukung kelestarian lingkungan serta mengurangi angka kecelakaan dijalan,” sebutnya.

Lebih jauh Kabid Lalulintas Dishub Sulsel mengaku upaya penindakan dijalan terus dilakukan bagi kendaraan yang over dimensi.

“Penindakan kami terus lakukan seperti di jembatan timbang kalau kelebihan bisa ditindak termasuk dipindahkan ke kendaraan lainnya,” tuturnya.

Dishub sulsel juga mendata di kabupaten dan kota di Sulsel yang mempunyai pengujian kendaraan bermotor. “Saat ini sudah ada 8 kabupaten dan kota di sulsel yang mempunyai pengujian bahkan 5 diantaranya sudah terintegrasi seperti di kabupaten bantaeng, pinrang,gowa serta lainnya,” tambahnya.

“Kami melakukan pengawasan untuk pengusaha karoseri yang melakukan over dimensi serta kami sering operasi dijalan dengan melibatkan Satpol serta unsur TNI, Polri,” tutupnya. (*)