SIDRAP — Sebanyak 387 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sidrap resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/4/2026). Keberangkatan kloter pertama ini menandai tingginya antusiasme masyarakat Sidrap menunaikan ibadah haji tahun ini, dengan jumlah jemaah yang melonjak hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Pelepasan dilakukan langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Rumah Jabatan Bupati. Prosesi tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yafid, Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, Sekda Sidrap, Andi Rahmat Saleh, unsur Forkopimda, hingga keluarga para jemaah.
Sebanyak 387 jemaah yang tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Makassar diberangkatkan menggunakan 14 bus menuju Asrama Haji Sudiang sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026).
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyebut peningkatan jumlah jemaah menjadi indikator tingginya semangat masyarakat Sidrap untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Alhamdulillah, jumlah jemaah tahun ini meningkat signifikan, hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mempererat kebersamaan, serta disiplin mengikuti arahan petugas selama proses ibadah berlangsung.
Menurutnya, kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar dan khusyuk.
“Jaga kesehatan, fokus beribadah, dan ikuti petunjuk petugas agar seluruh proses berjalan aman dan nyaman,” pesannya.
Tahap keberangkatan haji asal Sidrap tidak berhenti di kloter pertama. Sebanyak 364 jemaah lain yang tergabung dalam Kloter 40 dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026. Selain itu, 105 jemaah haji khusus akan diberangkatkan lebih awal pada 17 Mei 2026.

Di tengah prosesi pelepasan, perhatian juga tertuju pada pernyataan Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yafid, terkait komitmen pemerintah dalam menjamin pelayanan haji tahun ini.
Ia menegaskan, meski terdapat penyesuaian kelembagaan di bawah Kementerian Haji, pemerintah tetap memastikan pembinaan dan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
Bunyamin juga mengungkapkan bahwa kenaikan biaya penerbangan akibat dinamika global tidak dibebankan kepada jemaah.
Menurutnya, tambahan anggaran sekitar Rp1,7 triliun ditanggung negara melalui APBN sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pelaksanaan ibadah haji.
“Tambahan biaya tidak dibebankan kepada jamaah. Negara hadir memastikan pelayanan tetap maksimal,” tegasnya. (Ag4ys)













