4 Daerah Dicurigai Pendemi Penyebaran Covid-19, Gugus Tugas akan Lakukan Pembatasan Kegiatan
Empat Daerah Dicurigai Pendemi Penyebaran Covid-19, Gugus Tugas akan Lakukan Pembatasan Kegiatan

MAKASSAR – Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka mengatakan, dari hasil evaluasi yang telah dilakukan ada 4 daerah yang dinilai menjadi pendemi penyebaran Virus corona.

“Jadi kami di gugus tugas sudah melaporkan ke Gubernur sulsel pada rapat koordinasi tadi bahwa dari hasil evaluasi dan perkembangan yang terjadi, ada 4 daerah yang dicurigai menjadi pendemi penyebaran virus corona sehingga harus dilakukan intervensi lebih jauh seperti pembatasan kegiatan,penyemprotan maupun lainnya,” ungkap Andi Sumangerukka pada saar teleconference bersama media, Minggu (29/3/2020).

Dia menyebutkan Drone yang telah dipesan dari jakarta sudah bisa digunakan pada daerah pendemi ini,dan semua akan difinalkan malam ini.

“Kita akan finalkan langkah perventif yang akan dilakukan di 4 daerah yang dicurigai pendemi ini, tapi belum bisa disampaikan. Indikator yang kita lihat yaitu dilihat dari jumlah masyarakat yang meninggal didaerah itu, termasuk dari jumlah ODP dan PDP karena pasti semuanya berhubungan,” jelasnya.

Andi Sumangerukka menyebutkan, terkait adanya penolakan pemakaman pasien yang positif covid-19, pihaknya telah mengusulkan untuk dibuatkan pemakaman khusus yang berada di Sudiang.

“Kita akan mengarah kesana dengan meminta pemkot makassar menyiapkan pemakaman khusus pasien virus corona, dan semua prosesnya ada protapnya dan kami sudah siapkan,” jelasnya.

Dia menambahkan selama ini masih banyak keluarga pasien covid-19 yang menentukan sendiri tempat pemakamannya, sehingga ini kadang menjadi masalah salah satunya penolakan di pemakaman Jl. Nipa-nipa Antang.

“Kedepannya telah ada kebijakan dan semua telah terpusat dipemakaman khusus yang telah disiapkan dan masyarakat juga tidak perlu khawatir karena semua dilaksanakan sesuai standar WHO,” tambahnya.

Sementara itu dari data .Orang dalam pemantauan (Odp) 496 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 92 orang dan positif 48 orang. (*)