50 Perempuan Muda Berprestasi Indonesia Menerima Beasiswa dari Unilever
Para penerima manfaat ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’ yang berhasil terpilih dari hampir 40.000 pendaftar. Mereka semua adalah perempuan muda Indonesia berprestasi yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk mewujudkan impian mereka.

YOGYAKARTA – Fair & Lovely, brand perawatan kulit wajah perempuan PT Unilever Indonesia, Tbk mengumumkan 50 perempuan muda Indonesia berprestasi dari berbagai wilayah di Indonesia menerima ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3” untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Program yang terlaksana atas kerja sama dengan Hoshizora Foundation ini merupakan wujud nyata komitmen Fair & Lovely dalam memberdayakan perempuan Indonesia melalui pendidikan.

50 Perempuan Muda Berprestasi Indonesia Menerima Beasiswa dari Unilever
Amaryllis Esti, Head of Marketing Skin Care Category PT Unilever Indonesia, Tbk.

Head of Marketing Skin Care Category PT Unilever Indonesia, Tbk, Amaryllis Esti menjelaskan, sejak tahun 2017 sampai pada tahun ketiga penyelenggaraan, program ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa’ terus mendapatkan sambutan positif dari para perempuan Indonesia.

“Antusiasme ini, menandakan semakin besarnya animo perempuan muda Indonesia untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi terlepas berbagai halangan yang mereka miliki. Bahkan tahun ini, kami mendapatkan peningkatan submission sebanyak 81% dari tahun sebelumnya,” kata Amaryllis Esti.

Dikatakan, dukungan akses pendidikan lewat program ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa’ terbukti masih sangat dibutuhkan karena kami percaya bahwa masa depan Indonesia terletak di tangan generasi muda, termasuk perempuan.

50 Perempuan Muda Berprestasi Indonesia Menerima Beasiswa dari Unilever
Yudi Anwar, Program Manager Hoshizora Foundation.

Sementara itu, Program Manager Hoshizora Foundation, Yudi Anwar mengemukakan, program ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa’ menjadi salah satu program beasiswa yang dinantikan tiap tahun terutama karena masih minimnya dukungan pendidikan bagi para perempuan muda Indonesia berprestasi.

“Di tahun ketiganya, sudah hampir 40.000 peminat mendaftarkan diri sejak pendaftaran dibuka secara daring mulai Januari sampai Maret 2019,” jelasnya.

Dengan pendaftaran secara daring yang lebih mudah, kata Yudi, pendaftar semakin tersebar luas hingga diikuti pendaftar dari wilayah yang belum pernah berpartisipasi seperti Wonogiri dan Tasikmalaya.

Yudi melanjutkan, puluhan ribu peserta melewati seluruh tahapan seleksi yang cukup ketat, meliputi kelengkapan administrasi, wawancara serta home visit.

“Setelah mendapatkan konfirmasi penerimaan SNMPTN dan SBMPTN, akhirnya terpilih 50 perempuan muda berprestasi untuk menerima beasiswa ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’ yang secara resmi dikukuhkan pada acara inaugurasi,” ungkapnya.

Peserta terpilih memiliki beragam pencapaian membanggakan di tingkat regional, nasional dan internasional yang masih membutuhkan dukungan penuh untuk melangkah maju dan membawa perubahan bagi kehidupan diri, keluarga serta lingkungannya.

50 Perempuan Muda Berprestasi Indonesia Menerima Beasiswa dari Unilever
Nur Saudah Al Arifa D, sosok perempuan muda berprestasi asal Wonosobo yang turut memberikan motivasi serta memberikan inspirasi bagi para penerima manfaat ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’ melalui materinya yang berjudul “Women & Education”. Nur menegaskan bahwa pendidikan merupakan pemutus mata rantai kemiskinan sehingga harus terus semangat untuk terus dikejar meski berhadapan dengan berbagai halangan.

Inisiatif Fair & Lovely memberikan dukungan pendidikan terhadap para perempuan muda Indonesia diapresiasi oleh Nur Saudah Al Arifa D, S.TP, M.Sc.

Sosok perempuan muda inspiratif dalam bidang pendidikan yang merupakan pencetus dari gerakan Gadjah Mada Mengajar dan Wonosobo Mengajar.

Nur menyampaikan, selain memperluas wawasan, pendidikan juga penting dalam proses pengembangan dan pembentukan kepribadian atau karakter sehingga dapat mengoptimalkan potensinya

“Pendidikan dapat membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi untuk masyarakat,” ucap Nur Saudah.

Lebih lanjut, Nur pun menilai program ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa’ sangat sesuai dengan kebutuhan perempuan muda Indonesia karena disertai dengan program pendampingan yang dapat mengembangkan potensi diri mereka.

“Seperti pembangunan karakter, berpikiran kritis dan berkontribusi di komunitas, perencanaan karir serta pendampingan siap karir, siap karya,” jelasnya.

50 Perempuan Muda Berprestasi Indonesia Menerima Beasiswa dari Unilever
Penerima manfaat Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3 asal Makassar, Ulfiyaningsih. Meskipun tinggal jauh dari wilayah perkotaan, Ulfi tetap semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jarak bukan menjadi halangan baginya seperti ketika ia memutuskan untuk mendaftar ke Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3 dan harus mencari koneksi internet yang baik untuk mendaftar.

Ulfiyaningsih, salah satu penerima ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’, asal dari Makassar mengakui, bahwa program pendampingan semasa kuliah yang difasilitasi Fair & Lovely sangat penting untuk bekalnya di masa mendatang.

”Aku sangat bersyukur dapat melanjutkan pendidikan bersama ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’ yang memberikan dukungan pendidikan menyeluruh. Dengan berbagai program pengembangan kapasitasnya,” jelasnya.

“Aku berkesempatan untuk meningkatkan skill yang akan berguna di masa mendatang seperti komunikasi, bersosialisasi, problem solving, hingga berpikiran kritis,” lanjut Ulfi.

Ulfi yang merupakan lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bulukumba ini merupakan sosok perempuan muda yang aktif.

Sejak SMA, ia sering mendapat Juara 1 untuk kompetisi esai dan karya tulis sains tingkat nasional. Ulfi yakin dengan lebih mendalami ilmu Kimia di perguruan tinggi, ia berharap kelak dapat menyuarakan beragam idenya kepada masyarakat dan pemerintah untuk kehidupan yang lebih baik.

”Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan para perempuan muda berprestasi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita mereka,” tutur Ulfi.

Terlaksananya ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’ ini diharapkan dapat semakin mendorong para perempuan muda untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan yang lebih tinggi.

“Semoga program ini dapat terus terlaksana dan melahirkan generasi perempuan muda Indonesia yang cerdas dan berdaya saing di masa depan,” tutup pungkasnya.

50 Perempuan Muda Berprestasi Indonesia Menerima Beasiswa dari Unilever
Adik Bintang Bayani (kiri) dan Adik Bintang Chayyu (kanan) mewakili para penerima manfaat ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’ lain menjelaskan motivasi mereka dalam mengenyam pendidikan yang lebih tinggi adalah demi masa depan yang lebih baik. Sebagai anak paling bungsu Bayani berkisah bahwa ia tidak ingin membebankan orangtuanya dengan besarnya biaya kuliah sehingga ia aktif mengikuti berbagai kompetisi untuk membuktikan dirinya dan mendaftar ’Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3’. Sedangkan Chayyu, ia merupakan Adik Bintang yang telah dibina oleh Hoshizora Foundation sejak SD. Ia belajar tiga bahasa asing (Inggris. Perancis dan Jerman) dengan harapan dapat menjadi diplomat dan mengenalkan beragam kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia kepada masyarakat dunia.

Diketahui, PT Unilever Indonesia Tbk telah beroperasi sejak tahun 1933 dan menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods terdepan di pasar Indonesia.

Unilever Indonesia memiliki 42 brand yang terbagi dalam 2 segmen usaha, Home & Personal Care (“HPC”) dan Foods & Refreshment (“F&R”).

Unilever Indonesia telah ‘go public’ pada tahun 1982 dan saham-sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Unilever berkomitmen tinggi untuk tetap melaju dan maju bersama Indonesia.

Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2019, penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp21,5 triliun terdiri dari penjualan HPC dan F&R masing-masing sebesar Rp 14,8 triliun dan Rp 6,7 triliun. Sedangkan laba bersih Perseroan mencapai Rp3,7 triliun.

Unilever memiliki sembilan pabrik yang berada di Cikarang dan Rungkut. Pada tahun 2016, seluruh pabriknya telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara global, pada tahun 2010 Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat.

USLP memiliki tiga tujuan utama, yakni, meningkatkan kesehatan 1 milyar orang pada 2020. Mengurangi setengah dari dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi bisnisnya pada 2030 dan meningkatkan penghidupan jutaan orang pada 2020. (*)