Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Inisiatif Percepatan Infrastruktur Sulawesi Selatan

2034
×

Inisiatif Percepatan Infrastruktur Sulawesi Selatan

Sebarkan artikel ini
Inisiatif Percepatan Infrastruktur Sulawesi Selatan
Haris Zaky Mubarak, MA (Analis dan Eksekutif Jaringan Studi Indonesia)

OPINI—Baru-baru ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) terus menyelesaikan proyek Kereta Api (KA) Makassar-Parepare. Kehadiran jalur kereta ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sudah mengunggah video pembangunan moda transportasi baru kereta api Sulsel rute Makassar-Parepare. Proyek ini nantinya akan menyambung hingga ke Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Secara lugas, Jokowi menyebut jika pembangunan kereta api bukan lagi sekedar mimpi. Eksistensi moda transportasi ini akan segera dapat dinikmati seluruh masyarakat Sulawesi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), kecepatan kereta Api yang ada di Sulsel ini akan mencapai 110 km/ jam. Adapun ruas ruas jalur memiliki batas kecepatan hingga 100 km/jam yang mencakup ruas km 74 km 90 dan km 18 km 44.

Dengan adanya optimalisasi ini maka waktu tempuh layanan KA Makassar-Parepare untuk lintas Maros Garongkong akan dapat dipangkas menjadi 68 menit dari yang awalnya menempuh jarak 86 menit. (Kemenhub RI, 2023).

Pengoperasian KA dengan kecepatan yang dapat diperkirakan akan memberi maksimalisasi bagi efektivitas muatan barang dan massa. Integrasi moda transportasi juga akan menghubungkan masing masing stasiun dengan destinasi wisata di sekitarnya. Seperti Taman Geopark Karst Rammang dan Rammang.

Untuk saat ini, kereta api pertama di Sulawesi di jalur Makassar-Parepare sudah diuji coba melayani penumpang rute Stasiun Garongkong di Kabupaten Barru sampai Stasiun Mangilu Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Kedepannya pemerintah pusat berencana melakukan pembangunan kereta api ini tak hanya sampai Sulsel saja. Namun akan menjadi transportasi baru di Seluruh kawasan Sulawesi hingga ke Manado. Pada masa mendatang, kereta api akan menyambungkan kota dan daerah dari Makassar di Sulawesi Selatan hingga Manado di Sulawesi Utara.

 

Kebutuhan Nyata

Di kawasan Sulsel dampak pandemi Covid-19 menyeret sektor perekonomian Sulsel. Daya beli masyarakat Sulsel makin terpuruk, dihantam adanya kenaikan harga kebutuhan hidup atau inflasi.

Pada akhir 2022, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, inflasi Sulsel mencapai 6,0 persen dalam setahun (year-on-year). Inflasi Sulsel ini melampaui angka nasional year-on-year pada November sebesar hanya 5,42 persen dibanding angka inflasi November 2021.Inflasi di Sulsel terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 10 kelompok pengeluaran.

Sektor transportasi penyumbang tertinggi, sebesar 17,42 persen, sebagai dampak dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,70 persen. (BPS Sulsel, 2022)

Dalam menekan inflasi 2022,  Bank Indonesia (BI) sejak tahun lalu bahkan telah berhasil menyelenggarakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP Sulsel. Ini sebagai salah satu strategi pencegahan kenaikan harga secara umum, khususnya pada harga pangan.

error: Content is protected !!