PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru •
EkonomiLifestyle

Pekerja Kurang Tidur, Ekonomi AS Rugi $411 Miliar

567
×

Pekerja Kurang Tidur, Ekonomi AS Rugi $411 Miliar

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Kurang tidur berdampak besar pada ekonomi, kurang tidur juga menurunkan tingkat produktivitas dan meningkatkan risiko kematian di kalangan para pekerja.

Kurang tidur juga telah membuat ekonomi AS kehilangan sampai US$411 miliar, menurut sebuah laporan baru.

Menurut studi RAND Corporation yang diberi judul “Mengapa Tidur Penting,” kurang tidur juga meningkatkan risiko kematian 13 persen dan mengakibatkan hilangnya 1,2 juta hari kerja setiap tahun.

Memastikan tidur setidaknya enam atau tujuh jam setiap malam dapat menambah $226,4 miliar dalam perekonomian.

“Studi kami menunjukkan bahwa pengaruh kurang tidur sangat besar,” kata Marco Hafner, pemimpin penelitian di RAND Eropa dan penulis utama laporan tersebut.

“Kurang tidur tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan perorangan, tetapi berdampak besar pada ekonomi nasional, menurunkan tingkat produktivitas dan meningkatkan risiko kematian di kalangan pekerja.”

Penelitian ini juga mengamati bagaimana tidur atau kurang tidur berpengaruh pada perekonomian Inggris, Kanada, Jerman dan Jepang.

Amerika mengalami kerugian terbesar, disusul oleh Jepang, yang mengalami kerugian sekitar $138 miliar, dan kehilangan 600.000 hari kerja.

Kanada adalah negara yang paling sedikit terkena dampak kurang tidur, hanya kehilangan $21,4 miliar dan 80.000 hari kerja.

Para peneliti menyarankan agar mengatur waktu tidur, menghindari penggunaan barang-barang elektronik sebelum tidur, dan melakukan gerak badan setiap hari. (voaindonesia)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com