MEDIASULSEL.com – Puluhan mahasiswa dari berbagai Kampus tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Makassar Bersatu, menggelar Demonstrasi di perempatan Jalan Sultan Alauddin – AP Pettrani Makassar. Pendemo ini lalu bergeser ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, dan terakhir di bawa Jembatan Fly Over, Selasa (17/01/2017) siang. Mereka menyuarakan Rezim pemerintahan Jokowi-JK harus lengser dari tahtahnya.
Dalam aksi ini nampak beberapa Kampus bergabung, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Indonesia Timur (UIT) yang Makassar, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Universitas Patria Arta Makassar.
Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan Rezim Pemerintahan Jokowi-JK Harus lengser dari tahtanya, karena kebijakan pemerintah pusat yang tidak pro terhadap rakyat kecil. Diantaranya, tentang kenaikan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sebagaimana diatur dalam PP No.60 tahun 2016 yang diterbitkan Presiden Joko Widodo pada 6 Desember 2016 lalu.
“Ini salah satu kado pahit yang diterima rakyat Indonesia di masa kepemimpinan Joko Widodo,” ungkap Koordinator aksi Futqan, Selasa siang.
Kebijakan lain yang dianggap tidak pro rakyat yaitu, pencabutan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 Watt, yang berdampak pada melonjaknya sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat, hal ini membuat rakyat semakin menjerit.
Kedatangan mahasiswa langsung disambut Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Yusran Sofyan, SE. Kepada massa aksi, Yusran mengaku sangat mengapresiasi atas aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa itu.
Menurut Yusran, mahasiswa adalah barisan terdepan dalam mengawal atau menentang kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Oleh sebab itu, ia sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang peduli kepada rakyat.
“Apa yang kawan-kawan sampaikan hari ini, itu sudah Kami rapatkan di kalangan anggota DPRD Provinsi dan hasilnya Kami secara menyuruh menolak kebijakan PP No 60 tahun 2016 yang kami nilai memberatkan rakyat Sulawesi Selatan,” tegas Yusran di depan peserta aksi. (*/464ys)













