PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital di Sulawesi dan Kembangkan AI Center • KONI Bone Buka Rincian Seragam Porprov Rp900 Ribu, Harga Pasar Disebut Hanya Rp500 Ribuan • Sambut HUT ke-46 Satpam, Shooting Championship 2026 Bidik 100 Peserta di Makassar • UNM Lepas Tiga Tim PPK Ormawa, Siap Berlaga di Abdidaya Ormawa 2026 • Karhutla Indonesia: Siapa di Balik Api yang Terus Membakar? • Gubernur Sulsel Sentil Plt Bupati Gowa Tak Hadir saat Peresmian Jalan Burung-Burung–Bili-Bili • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital di Sulawesi dan Kembangkan AI Center • KONI Bone Buka Rincian Seragam Porprov Rp900 Ribu, Harga Pasar Disebut Hanya Rp500 Ribuan • Sambut HUT ke-46 Satpam, Shooting Championship 2026 Bidik 100 Peserta di Makassar • UNM Lepas Tiga Tim PPK Ormawa, Siap Berlaga di Abdidaya Ormawa 2026 • Karhutla Indonesia: Siapa di Balik Api yang Terus Membakar? • Gubernur Sulsel Sentil Plt Bupati Gowa Tak Hadir saat Peresmian Jalan Burung-Burung–Bili-Bili •
Ekonomi

Ekonomi Sulsel Meningkat jika Pemerintah Genjot Investasi Sektor Pertanian, Industri, Pertambangan

898
×

Ekonomi Sulsel Meningkat jika Pemerintah Genjot Investasi Sektor Pertanian, Industri, Pertambangan

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Sulsel Meningkat jika Pemerintah Genjot Investasi Sektor Pertanian, Industri, Pertambangan
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan ekonomi Sulsel dapat kembali bisa meningkat jika pemerintah berupaya menggenjot investasi, sektor pertanian, industri, pertambangan.

MAKASSAR—Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan ekonomi Sulsel dapat kembali bisa meningkat jika pemerintah berupaya menggenjot investasi, sektor pertanian, industri, pertambangan.

Hal ini disampaikan Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda saat di acara Sulsel Talk di Lantai 4 Kantor Bank Indonesia Sulsel. Belum lama ini.

Dia mengaku optimis Ekonomi Provinsi Sulsel akan terus meningkat dengan terus mengenjot, terutama sektor di lapangan usaha industri begitu pun di sektor pertanian.

“Insyaallah bisa tercapai dengan syarat tantangan dijawab oleh pemerintah dan masyarakat tentunya, dan juga investasi harus digenjot, terutama sektor di lapangan usaha industri begitu pun di sektor pertanian,”tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Sulsel TW 1 2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -4,63 persen (q-to-q).

“Triwulan I 2024 tumbuh 4,82% (yoy), meningkat dari 3,79% (yoy). Pertumbuhan Sulsel peringkat 20 dari 33 Provinsi,” ucapnya

BI menargetkan pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan II mendatang kembali mengalami tren kenaikan positif. Targetnya sekitar 4,6 – 5,4 persen secara year on year.”katanya.

“Triwulan ke II kami perkirakan meningkat kisaran 4,6 – 5,4 Persen, kami berharap di triwulan ke II pertanian sudah berkontribusi positif, yang kemarin kan negatif 3 kali berturut-turut, dengan adanya panen raya di April insyaallah akan positif dan meningkatkan PDB kita,” lanjutnya.

Rizki Ernadi Wimanda menambahkan Sulsel pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi cukup besar sebelum pandemi Covid-19 capai 7,6 % (yoy), pasca covid 4,8% (yoy).

Sementara itu Sunarsip selaku Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence mengatakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sulsel harus mendorong investasi.

“Kalau mau pertumbuhan kita diatas 6 di 2045 itu harus mendorong investasi di sektor industri. Saat kita andalkan konsumsi rumah tangga untuk pertumbuhan ekonomi, kalau itu turun ekonomi juga turun,” ujarnya.

“Konsep hilirasasi penting, kita punya sektor pertanian, pertambangan dan perikanan kuat juga. nah kita ini sudah masuk roadmap pemerintah untuk di kembangkan menjadi industri di masa mendatang,” jelasnya. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com