Toraja Utara – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat langkah strategis pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga komoditas, serta kerja sama antar daerah dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Toraja Utara yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Panga’, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Oki Hermansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Toraja, Hadir Alamsyah, Badan Pusat Statistik (BPS), pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, OPD anggota TPID, serta instansi terkait.
HLM TPID menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi tekanan inflasi, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan, serta merumuskan langkah konkret guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Melalui TPID, kita membahas langkah-langkah pengendalian inflasi, khususnya terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga di Toraja Utara. Salah satu strategi yang kita tempuh adalah memperkuat kerja sama antar daerah sebagai pemasok komoditas, melakukan pemantauan harga secara berkala, serta mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat melalui hilirisasi komoditas, seperti cabai,” ujar Bupati.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara juga terus mengoptimalkan berbagai fasilitas pendukung pengendalian inflasi sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas pangan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi lokal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.
Dalam pemaparannya, Bank Indonesia menyampaikan bahwa inflasi Sulawesi Selatan pada Juni 2026 masih berada di atas target indikatif dengan tekanan yang berasal dari komoditas bensin, ikan layang, cabai merah, dan bawang merah. Sementara itu, hasil pemantauan pada minggu kedua Juli 2026 di Kabupaten Toraja Utara menunjukkan kenaikan harga pada komoditas beras, ikan bandeng, bawang putih, dan gula pasir. Di sisi lain, harga cabai merah, bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras cenderung mengalami penurunan.
Forum HLM juga mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar lebih optimal melalui penerapan prinsip 4T, yakni tepat lokasi, tepat waktu, tepat komoditas, dan tepat sasaran. Selain itu, dibahas penguatan neraca pangan daerah, optimalisasi Sistem Informasi Pengendalian Harga dan Pasokan (SIGAP SULTAN), perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta penguatan sistem pelaporan stok pangan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengendalian inflasi.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara turut memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan, antara lain penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah, penguatan produksi cabai melalui bantuan kawasan hortikultura dan gerakan tanam, penjajakan kerja sama antar daerah untuk pemenuhan komoditas strategis, optimalisasi Rumah Pangan Kita, serta koordinasi bersama Perum Bulog guna menjaga ketersediaan pasokan pangan. Pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat kelangkaan BBM dan LPG melalui koordinasi dengan Pertamina, pengawasan distribusi, serta pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan.
Menghadapi potensi dampak El Niño, seluruh peserta HLM sepakat memperkuat langkah mitigasi melalui percepatan masa tanam, peningkatan produksi hortikultura, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna menjaga ketahanan pangan daerah.
Sebagai tindak lanjut hasil HLM TPID, seluruh peserta rapat menyepakati optimalisasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui perluasan lokasi di pasar tradisional, penguatan dukungan Perum Bulog, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara juga akan mempercepat peningkatan produksi cabai melalui gerakan penanaman hingga tingkat RT, memperkuat mitigasi dampak El Niño, serta menerbitkan Surat Keputusan Bupati mengenai kewajiban pelaporan stok distributor dan pedagang besar.
Selain itu, unsur Forkopimda, termasuk Polres dan Kodim, akan terus bersinergi dalam pengawasan distribusi komoditas strategis guna mencegah penimbunan, memastikan kepatuhan pelaporan stok, serta menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Toraja Utara.
Melalui HLM TPID ini, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama Bank Indonesia, Forkopimda, Perum Bulog, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga, peningkatan produksi komoditas strategis, serta tata kelola distribusi pangan yang lebih efektif sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (4nny)














