MEDIASULSEL.COM—Di era globalisasi ini kondisi atau keadaan suatu masyarakat mencerminkan adanya krisis moral. Cukup sulit bagi para pendidik dalam mengimplementasikan suatu ilmu karena pada prakteknya mereka tidak mengimplementasikan ilmu tersebut. Zaman sekarang peserta didik sudah banyak terpengaruh budaya asing.
Salah satu penyebab terjadinya krisis moral di kalangan siswa adalah minimnya pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Peran keluarga sangatlah penting namun peran guru juga sangatlah penting dalam merubah karakter peserta didik.
Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi di kelas namun juga mendidik mereka agar menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lainnya.
Apa itu Krisis Moral?
Krisis moral adalah suatu keadaan dimana seseorang kehilangan sikap, karakter, atau perilaku yang baik.
Krisis moral akan berdampak pada pendidikan terutama dalam pelanggaran terhadap pendidikan, krisis moral terjadi karena banyak faktor salah satunya faktor lingkungan sekolah yaitu sekolah tidak sepenuhnya dapat mengontrol perilaku siswa atau kurang menekankan pentingnya moral.
Menurut Tilaar (salah seorang pakar pendidikan) menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia dilingkupi beberapa persoalan, diantaranya :
- Menurunnya akhlaq dan moral peserta didik
- Rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang dan jenis pendidikan
- Sumber daya manusia (SDM) yang belum profesional.
Pada zaman sekarang banyak anak-anak krisis moral karena pergaulan bebas yang sudah merajalela, hingga mereka tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, mereka terpengaruh pada budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia.
Kalangan yang paling rentan mengalami krisis moral adalah anak-anak dan remaja, namun di zaman sekarang tidak hanya remaja yang mengalami krisis moral bahkan pelajar yang menjadi penerus bangsa.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah yang selama ini dikembangkan melalui pendidikan agama dan pendidikan kewargaan, telah gagal membentuk peserta didik yang berkarakter.
Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh terhadap krisis moral yang terjadi saat ini.
Oleh karena itu, pemerintah menggaung-gaungkan pendidikan karakter kepada para pendidik karena pendidikan karakter merupakan dasar dari pembentukan karakter. (*)
Penulis: Firda Rizky Amalia (Mahasiswi STITMA Yogyakarta)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













