PANGKEP—Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, berhasil mencatatkan penurunan angka stunting sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KB P3A) Pangkep, dr. Nurlia Sanusi, dalam rapat koordinasi tim percepatan penurunan angka stunting yang berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Pangkep pada Selasa (21/5/2024).
Menurut dr. Nurlia, angka stunting pada 2023 mencapai 34,2%. Tahun ini, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, angka tersebut turun menjadi 30%. Meskipun penurunan ini menjadi capaian positif, dr. Nurlia menekankan bahwa hasil ini belum mencapai target nasional, yang diharapkan berada di angka 14% sesuai arahan Presiden.
“Kami tidak ingin berpuas diri dengan hasil ini, karena target nasional masih jauh. Ini menuntut kerja keras bersama dan kolaborasi antar OPD, lintas sektor, serta dukungan kebijakan pimpinan,” ujar dr. Nurlia.
Pemerintah Kabupaten Pangkep melaksanakan berbagai program guna menekan angka stunting. Salah satunya adalah pemberian makanan tambahan sebagai upaya intervensi. Selain itu, Dinas P2KB P3A melakukan pendampingan terhadap kelompok berisiko, seperti calon pengantin, ibu hamil, anak di bawah dua tahun (Baduta), dan balita.
“Kami memiliki tim pendamping keluarga dan kader Dahsyat yang siap mendampingi mereka. Jika program ini berjalan optimal, semoga tidak ada lagi penambahan kasus stunting,” tutup dr. Nurlia. (*/4dv)













